MAKASSAR, BKM — Jakarta Futures Exchange atau PT Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) bersama PT Kliring Berjangka Indonesia (KBI) (Persero), membuka perdagangan hari pertama ditahun 2021 secara simbolis.
Pembukaan ini dihadiri Wakil Menteri Perdagangan Republik Indonesia (Wamendag RI), Jerry Sambuaga, serta dihadiri Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), Prof Sidharta Utama. Kunjungan Wamendag dan Kepala Bappebti ini merupakan bentuk apresiasi dan support untuk industri Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK) secara umum serta bagi JFX dan KBI secara khusus.
Jerry Sambuaga, Wamendag RI, dalam sambutannya mengatakan, pemerintah mendukung segala kegiatan sosialisasi, edukasi dan literasi bagi para akademisi. Guna memajukan dan mendukung perkembangan industri PBK.
Sidharta Utama, Kepala Bappebti mengatakan, pihaknya tentunya mengharapkan tahun 2021 akan lebih baik dibandingkan pencapaian transaksi ditahun 2020. Di tengah pendemi covid-19 di tahun 2020, justru BBJ mencapai rekor volume transaksi, tentu ini satu hal yang perlu diapresiasi. Ke depan, BBJ diharapkan dapat mengidentifikasi keunggulannya, tidak hanya di level nasional, tapi juga di regional.
Stephanus Paulus Lumintang, Direktur Utama JFX, mengatakan, momen bersejarah yang terjadi pada hari ini kiranya akan menjadi sebuah tradisi baru bagi BBJ dalam melaksanakan hari pertama perdagangan di BBJ pada awal tahun.
Ini menunjukan komitmen yang tinggi dari Otoritas dalam menumbuh kembangkan dan memperluas akan Perdagangan berjangka di Indonesia melalui BBJ. Transaksi ditahun 2020 berhasil memecahkan rekor transaksi sepanjang sejarah perdagangan di Bursa Berjangka Jakarta.
Data Bursa Berjangka Jakarta menujukkan, sampai penutupan perdagangan tahun 2020, volume transaksi tercatat sebanyak 9.433.288 Lot. Di tengah situasi pandemi, JFX tetap optimis dengan target volume untuk transaksi yang telah ditetapkan.
Memasuki tahun 2021, JFX Sebagai Self Regulatory Organization (SRO), menetapkan tahun 2021 sebagai tahun perubahan dan pengembangan. BBJ akan terus melakukan inovasi dan pengembangan berkelanjutan di semua lini.
Setali tiga uang dengan JFX, Fajar Wibhiyadi, Direktur Utama PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero), mengatakan, saat ini Indonesia mengalami dua gelombang disrupsi, yaitu disrupsi teknologi serta wabah Covid-19 yang memberikan dampak disrupsi dari sisi yang lain.
Untuk itu, KBI telah mencanangkan program Adaptasi dan Inovasi untuk terus mendorong pertumbuhan Industri perdagangan berjangka komoditi di Indonesia pengembangan dan perbaikan akan dilakukan di semua lini organisasi. Terutama dibidang sumber daya manusia (struktur organisasi dan etos kerja).
Hal ini dilakukan demi efisiensi dan peningkatan produktivitas, serta menjadikan sumber daya yang siap berkiprah di era digital dan globalisasi. Melalui perbaikan yang dilakukan baik secara internal maupun antar-lembaga, diharapkan perubahan ini berdampak positif bagi industri dan perusahaan baik dalam hal industrial positioning maupun dalam hal financial result. (mir)
2020, Volume Transaksi Tercatat 9,4 Juta Lot
