Site icon Berita Kota Makassar

Dirumahkan Karena Majikannya Takut Covid-19

PANDEMI Covid-19 tak kunjung berakhir. Semua sendi kehidupan baik pemerintahan, pelaku usaha dan rakyat kecil turut merasakan dampak dari keberadaan virus tersebut. Tak terkecuali Besse pembantu rumah tangga.

Laporan: JUNI SEWANG

Apalagi, saat ini banyak masyarakat seperti Besse yang harus kehilangan pekerjaan.
Kepada penulis, ibu berumur 60 tahun ini telah bekerja sebagai pembantu rumah tangga sudah puluhan tahun. Hanya karena sang majikan takut terjangkit virus corona atau covid-19 membuat ia harus rela dirumahkan hingga pemutusan hubungan kerja (PHK). Padahal selama ini, penghasilan Dg Basse digunakan untuk biaya hidup, kontrak rumah.
“Sejak virus corona, nakasih berhentika bosku. Takutki bedeng terkena virus karena sudah tuama dan seringka pulang ke rumah,” ujarnya, kemarin.
Olehnya itu, kata Dg Besse selama tidak lagi bekerja kehidupan di rumahnya sudah tidak cukup lagi, kadangkala harus meminta bantuan ke tetangga yang hidupnya lebih baik. Bahkan ia tidak lagi bisa membayar biaya kontrakan.
Keprihatinan yang sama juga dialami Dg Rukka (65). Lansia yang tinggal bersama istrinya di sebuah rumah tua berdinding gamacca tersebut sejak merebak virus corona tak lagi berpenghasilan.
“Pekerjaanku tidak tentu. Kadang ada yang panggilka jadi buruh bangunan, atau bantu-bantuki angkat barang. Tapi sejak corona tinggalma di rumah,” keluhnya.
Menyikapi fenomena tersebut, Komunitas Makassar Bersih (Kombes) Kota Makassar menjalankan program rutin selama pandemi, yakni paket bantuan kepada warga rentan yang tersebar di berbagai titik di Kota Makassar.
Ketua Umum Kombes Kota Makassar, Aspiannor Masrie mengatakan, bantuan yang diberikan kepada warga terdampak covid-19 beragam, diantaranya, Paket Sembako, Makanan siap saji dan uang tunai.
“Alhamdulillah, sebagai wujud kepedulian kami kepada warga Makassar yang tak kerja lagi selama pandemi, kami bantu dengan paket kebutuhan pokok, makanan dan dana secukupnya,” ungkapnya.(*)

Exit mobile version