Site icon Berita Kota Makassar

10 Ton Pupuk Diduga Palsu, Karung Berisi Pasir

SIDRAP, BKM — Memasuki masa tanam, petani di Kabupaten Sidrap kini dibuat risau dengan beredarnya pupuk yang diduga palsu. Sedikitnya ada 10 ton merk Phoska disinyalir telah dipalsukan. Dari penelurusan yang dilakukan, sudah ada pupuk jenis tersebut yang telah beradar di kalangan petani.
Kepala Bagian (Kabag) Ekonomi Pemkab Sidrap H Sudarmin yang dikonfirmasi, Kamis (7/1), membenarkan temuan 10 ton pupuk yang diduga palsu dengan menggunakan merk Phoska. Pihaknya sudah melaporkan secara resmi kasus tersebut ke pihak kepolisian. ”Sudah dilaporkan ke Polres Sidrap dan sementara ditangani penyidik,” ujar H Sudarmin melalui telepon selularnya.
Indikasi pupuk yang ditemukan tersebut palsu, karena dari isi atau konten tidak sesuai dengan standar pupuk. Setelah dilakukan pengecekan, lanjut dia, pupuk tersebut hanya berisi pasir. Tidak ada kandungan tiga unsur yakni pewarna, urea, dan kalsium, seperti pada jenis pupuk pada umumnya.
Padahal, kata dia, seharusnya dalam pupuk terdapat sejumlah kandungan lainnya, seperti nitrogen dan Posfat.
Sudarmin menerangkan, pupuk tersebut diperkirakan sudah beredar dua hingga empat ton di kalangan kelompok tani (koptan) Kecamatan Baranti, terutama di Desa Tonrongnge. “Hasil penelusuran pada koptan binaan kita di Baranti, sudah ada petani menggunakan. Terutama di Desa Tonrongnge. Perkiraan satu kontainer atau sudah ada dua hingga empat ton beredar,” bebernya.
Sudarmin sangat menyayangkan praktik ilegal ini. Karena bertepatan dengan usia padi yang kini jadwalnya sudah membutuhkan pupuk.
”Ini yang harus diwaspadai oleh petani kita. Jangan pakai pupuk ini, karena tidak sesuai standar zat kandungan rekomendasi pupuk pada umumnya,” tegasnya.
Dari pengakuan petani yang sudah terlanjur menggunakan pupuk tersebut, rerata dari mereka belum membayar ke distributor. ”Kami sementara kumpulkan data dan pengakuan petani yang sudah terlanjut memakainya. Katanya, mereka belum bayar ke distributor. Perjanjiannya, pembayaran baru dilakukan setelah panen,” tandasnya.
Dihubungi terpisah, kepala Dinas Pertanian Sidrap melalui Sekretarisnya Ibrahim, sangat menyesalkan temuan pupuk yang diduga palsu. Apalagi sudah beredar di kalangan petani. ”Petani kita harus diselamatkan dari kerugian besar karena menggunakan pupuk yang diduga palsu,” tegasnya.
Dari analisa pertanian, penggunaan pupuk yang diduga palsu itu sama sekali tidak menguntungkan petani. Terutama di masa pertumbuhan padi.
“Kami tadi malam (Rabu malam) bersama-sama dengan Bagian Ekonomi dan pihak Polres Sidrap turun mengecek langsung, dan benar kami yakini itu pupuk palsu. Praktik ini jelas sangat merugikan petani kita, karena hanya pasir yang sudah dimodifikasi menyerupai aslinya karena bisa larut dalam air,” ungkap Ibrahim.
Kapolres Sidrap AKBP Leonardo Panji Wahyudi melalui Kasat Reskrim AKP Benny Pornika, membenarkan adanya laporan terkait penemuan pupuk yang diduga palsu. Kata dia, pihaknya masih terus melakukan pengembangan terhadap kasus ini. Penyidik berkoordinasi dengan pihak terkait guna pemeriksaan kandungan sampel pupuk ke laboratorium.
“Untuk mengetahui keaslian kandungan pupuk tentu akan dilakukan pemeriksaaan di laboratorium. Tetapi secara kasat mata, memang tidak sesuai dengan kandungan pupuk yang ada. Intinya kasus ini masih kita kembangkan dan selidiki,” tandasnya. (ady/b)

Exit mobile version