PANGKEP, BKM — Komunitas Bissu di Pangkep kembali kehilangan tokoh. Satu persatu penerus ritual budaya ini dipanggil kembali keharibaan Allah SWT. Kali ini, Bissu Matang yang kerap mengisi ritual kebudayaan mabbissu itu berpulang ke Rahmatullah.
Bissu Matang menghembuskan nafas terakhirnya dalam usia 72 tahun di RSUD Batara Siang Pangkep, Rabu (6/1, setelah berjuang melawan sakit yang mendera dirinya.
Komunitas bissu kian berkurang. Kini tersisa sembilan orang. Meninggalnya Bissu Matang diakui cucunya, Marwah. Menurutnya, jenazah kakeknya saat ini disemayamkan di rumah duka di Desa Kanaungan kecamatan Labakkang.
”Kakek saya meninggal dunia saat masuk waktu dhuhur. Matang selama ini dikenal masyarakat karena piawai membuat kue dan masakan apabila ada hajatan,” ucap Marwah.
Berpulangnya Wa’ Matang tidak hanya meninggalkan duka pada keluarganya. Pemerhati Kebudayaan Kabupaten Pangkep, M Farid Makkulau, juga mengaku kehilangan tokoh penting dalam budaya bissu.
”Setiap Wa’ Matang tampil dalam ritual maggiri. Saya sangat terkesan dengan penampilan Bissu Matang. Almarhum itu merupakan tokoh budaya yang pantas dihargai. Karena semangat dan tekadnya mempertahankan budaya bissu dari kepunahan,” ujar Farid.
Farid juga berpesan kepada pemerintah agar tetap melestarikan budaya bissu di Pangkep ini. Apalagi saat ini jumlahnya semakin berkurang. Sehingga perlu dijaga dan dipertahankan. (udi/c)