GOWA, BKM — Vaksinasi covid-19 secara serentak segera dilaksanakan. Bila tak ada aral, tahapan krusial dalam upaya mencegah penyebaran virus corona akan dilakukan secara serentak pada Rabu (13/1) esok.
Menjelang pencanangan vaksinasi, Pemerintah Kabupaten Gowa menindaklanjutinya dengan melakukan simulasi. Kegiatan ini dilaksanakan di Puskesmas Pallangga, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa pada Jumat (8/1). Kemudian dilanjutkan dengan pembekalan para calon vaksinator utusan dari 26 puskesmas se-Kabupaten Gowa, yang berlangsung Senin (11/1) hingga Rabu (13/1).
Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinkes Gowa yang juga juru bicara Satuan Tugas Covid-19 Gowa dr Gaffar, mengatakan pembekalan ini dilakukan secara virtual dan dipandu jajaran Dinas Kesehatan Gowa.
“Pembekalan akan dilakukan selama tiga hari. Hari pertama berlangsung secara virtual. Tanggal 13 Januari juga dilakukan virtual oleh BBPK Makassar dan diikuti masing-masing lima nakes dari 26 Puskesmas di Gowa,” jelas dr Gaffar, kemarin.
Dijelaskan dr Gaffar, pembekalan virtual yang dilakukan siang pukul 13.00 Wita ini mengagendakan orientas penanganan syok anafilaktif yang harus diikuti para nakes calon vaksinator.
“Selain itu, pada 12 hingga 13 Januari, pelatihan atau pembekalan bagi vaksinator tahap kedua akan diikuti masing-masing lima nakes dari 26 puskesmas. Pelatihan lanjutan ini dilakukan juga virtual oleh BBPK Makassar,” tambah dr Gaffar.
Virtual pembekalan vaksinator ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Kesehatan Sulsel dr HM Ichsan Mustari. Dilanjutkan dengan materi penanganan syok anafilaktik oleh Prof Dr dr Syafri K Arief,SpAn(K), serta cara penyuntikan vaksin yang aman oleh R dr Martira,SpA(K). Juga teknis pelayanan vaksinasi covid-19 oleh dr Nurul bersama tim vaksinasi covid-19.
Sebelumnya, kata dr Gaffar, pihak Dinkes Gowa telah melakukan simulasi pelaksanaan vaksinasi covid-19 dipusatkan di Puskesmas Pallangga. Simulasi vaksinasi yang dilakukan Pemkab Gowa ini merupakan simulasi yang pertama dilakukan di Sulsel.
“Karena itu sangat diharapkan apa yang diperoleh pada saat simulasi hingga pembekalan ini, dapat diimplementasikan di setiap sarana kesehatan yang di-SK-kan oleh bupati, khususnya terkait penyelenggaraan tempat vaksin. Pemberian vaksin ini nantinya diprioritaskan kepada para tenaga kesehatan, jumlahnya di Gowa sebanyak 2.155 nakes sesuai jumlah vaksin yang dijatahkan pusat ke Gowa. Secara umum seperti itulah gambarannya. Meskipun ada beberapa hal teknis terkait dengan kartu orang yang sudah divaksin, itu diharapkan tersedia pada saat vaksin dilakukan,” kata dr Gaffar.
Dijelaskan, bahwa untuk kebutuhan vaksinasi selain tenaga kesehatan ini sampai Maret 2021 itu melibatkan 70 persen dari populasi.
” Jadi nantinya ada penambahan kuota yang dijatahkan. Seperti itu yang diamanahkan oleh Kementerian Kesehatan. Untuk tahap pertama ini Gowa dijatah 2.155 dosis vaksin yang diperuntukkan bagi nakes. Untuk tahap lanjutan nanti, adalah ASN yang berhadapan langsung dengan masyarakat,” kata dr Gaffar.
Ditanya soal apakah vaksin sudah tiba di Gowa, dr Gaffar mengatakan hingga kini belum datang. Hal itu dikarenakan masih harus menunggu izin dari BPOM.
“Vaksinnya belum tiba di Gowa. Masih menunggu EUA (Emergency Use Authorization) dari BPOM pusat,” tandasnya. (sar)
