MAKASSAR, BKM — Gubernur HM Nurdin Abdullah bersama tenaga kesehatan akan menjalani vaksinasi pertama kali di Sulsel. Penyuntikan dilakukan di Rumah Sakit Dadi Makassar, Kamis (14/1) esok.
“Hari Kamis saya vaksin pertama. Jadi tidak usah ragu. Pemerintah sudah melakukan uji klinis yang ketiga terhadap vaksin,” kata Nurdin Abdullah usai rapat bersama jajaran bidang kesehatan di Kantor Gubernur Sulsel, Selasa (12/1).
Sebagai persiapan, Nurdin juga telah melakukan swab PCR Senin (11/1) lalu, dengan hasil negatif covid-19. Terkait distribusi dan juga pelaksanaan vaksinasi, NA mengatakan telah rapat dengan kepala Dinas Kesehatan, tim epidemiologi, serta direktur rumah sakit. Tujuannya untuk memastikan persiapan telah matang.
“Tadi saya kumpulin semua. Ada Pak Kadis Kesehatan. Ada tim epidemiologi, direktur rumah sakit. Saya ingin pastikan bahwa vaksin ini telah disiapkan dengan baik,” terang Nurdin.
Vaksin covid-19 yang akan digunakan dalam program vaksinasi massal secara gratis, telah dinyatakan suci dan halal oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI). Selain itu, vaksin juga terlebih dahulu melalui proses uji untuk memastikan keamanan dan efektivitasnya.
Sebelumnya, pada Minggu (10/1) lalu, Presiden Joko Widodo menjelaskan, pihaknya akan segera memulai program vaksinasi setelah memperoleh izin penggunaan darurat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Dalam hal ini, pemerintah mengedepankan prinsip kehati-hatian untuk menjaga keselamatan masyarakat penerima vaksin.
Saat ini Indonesia telah memiliki tiga juta dosis vaksin siap pakai, yang sebagian di antaranya telah terdistribusi ke daerah-daerah. Pada tahap awal pelaksanaan vaksinasi, pemerintah memprioritaskan kurang lebih 1,6 juta tenaga kesehatan yang tersebar di seluruh provinsi.
Jumlah dosis vaksin yang akan dimiliki Indonesia juga akan semakin meningkat. Rencananya, akan ada pengiriman vaksin dari sejumlah negara, seperti Sinovac, Novavax, AstraZeneca, BioNTech-Pfizer, hingga COVAX/GAVI setiap bulannya hingga akhir tahun.
Kepala Dinas Kesehatan Sulsel dr Ichsan Mustari menjelaskan, distribusi vaksin untuk Kota Makassar, Maros dan Gowa dilakukan Selasa (12/1). Untuk Gowa dan, Maros vaksin distribusikan oleh Dinas Kesehatan masing-masing daerah lengkap dengan cold boxnya. Sedangkan daerah lainnya pada bulan Februari. Untuk tahap pertama ini, pemantauan dilakukan dengan sangat baik terlebih dahulu.
Menurut dr Ichsan, Pemerintah Provinsi Sulsel telah mengusulkan penambahan rumah sakit untuk pelaksanaan vaksinasi di Kota Makassar. Sebelumnya, pihak Kementerian Kesehatan hanya menunjuk rumah sakit TNI-Polri.
“Kami usulkan rumah sakit provinsi juga. Sementara proses hari ini (kemarin). Kita ajukan enam rumah sakit. Lebih banyak lebih bagus, supaya tidak berkerumun. Itu tujuannya,” jelas Ichsan.
Ichsan juga menjadi salah satu orang yang akan melakukan vaksinasi. “Insyaallah (saya) sudah masuk daftar. Ini pimpinan publik divaksin pertama kali. Bukan persoalan berani tidak berani. Ini adalah persoalan kita sama-sama terlibat dalam program vaksinasi. Vaksinnya kan sudah melewati uji klinis. Jadi sekali lagi, vaksinasi untuk tenaga kesehatan bukan uji coba. Ini untuk melindungi tenaga kesehatan yang merupakan kelompok yang paling berisiko dalam penyebaran virus ini,” paparnya.
Sementara itu, khusus untuk Kota Makassar, dipersiapkan Puskesmas Makassau sebagai lokasi pencanangan vaksinasi covid-19. Alasannya, menurut Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar Agus Djaya Said, karena puskesmas tersebut telah menjadi lokasi sosialisasi vaksinasi yang dihadiri langsung Ketua MPR RI Bambang Soesatyo.
“Jadi untuk tingkat Makassar, pencanangan awal vaksinasi covid-19 dipersiapkan Puskesmas Makkasau,” ungkap Agus di Balai Kota, Selasa (12/1).
Namun, kata dia, sesuai keinginan provinsi, pihaknya juga tetap akan mengagendakan ikut serta dalam pencanangan tingkat provinsi yang dijadwalkan besok di RS Dadi, Jalan Lanto Dg Pasewang.
TERIMA VAKSIN-Bupati Maros Hatta Rahman menerima vaksin covid-19 dari Dinkes Sulsel. Vaksin juga telah disalurkan ke Kabupaten Gowa.
“Informasi awal yang kami peroleh, provinsi menginginkan kita sama-sama pada pencanangan di Rumah Sakit Dadi. Tapi kami juga siapkan tempat di Puskesmas Makkasau,” ungkap Agus.
Lebih jauh dia mengemukakan, pihaknya juga melakukan koordinasi dengan provinsi terkait siapasiapa saja pejabat lingkup Makassar yang akan menjalani proses vaksinasi di awal-awal pencangannya. “Kalau tingkat provinsi ada unsur forkopimda, tentu kita juga usulkan forkopimda Makassar. Tapi itu bergantung provinsi,” tambah Agus.
Khusus untuk tahapan vaksinasi, ada beberapa proses yang harus dilewati terlebih dahulu sebelum seseorang mendapat suntikan vaksin. Yang bersangkutan harus mengikuti proses pendataan dulu. Kemudian discreening untuk mengetahui apakah layak diimunisasi atau tidak.
Selanjutnya, ditelusuri apakah punya penyakit, penyintas atau pernah terkena covid. Kemudian yang bersangkutan harus sehat, umurnya yang dilakukan uji coba kemarin di sekitar 18-59 tahun. “Jika memenuhi kriteria yang disyaratkan, barulah yang bersangkutan bisa divaksin,” tambah Agus.
Dia pun menekankan, masyarakat tidak perlu ragu untuk ikut proses imunisasi. Karena izin kedaruratan vaksin covid-19 tersebut sudah keluar dari BPOM. Selain itu, MUI juga sudah mengeluarkan izin kehalalan vaksin tersebut.
“Jadi masyarakat tidak usah ragu karena sudah dua lembaga ini yang punya otoritas dalam memberikan izin,” tandasnya.
Sementara itu, Pj Wali Kota Makassar Rudy Djamaluddin, menginstruksikan ke Dinas Kesehatan Makassar untuk terus berkoordinasi dengan pihak provinsi terkait tahapan vaksinasi. Selain itu, dia meminta instansi terkait untuk membuat panduan serta juknis yang mudah dipahami.
Ketua PGRI Siap Divaksinasi Pertama
Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Makassar Suarman, menyatakan siap menjadi orang pertama lingkup PGRI Makassar divaksinasi. Hal itu dilakukannya semata untuk memberikan contoh dan teladan kepada seluruh tenaga pendidik dan kependidikan yang juga anggota PGRI Makassar. Dia yakin bahwa vaksin Sinovac layak digunakan karena telah mendapatkan label halal dan baik dari MUI dan BPOM.
”Saya siap menjadi orang yang pertama divaksinasi. Insyaallah semua akan berjalan dengan baik,” ujarnya.
Menurut Surman, Ketua Umum PGRI Pusat Prof Unifa Rosiady telah dihubungi protokol istana untuk mengikuti arahan tentang vaksin Covid-19. ”Saya percaya bahwa vaksin ini adalah suatu upaya serius pemerintah dan ilmuwan untuk melindungi warga negaranya dari virus ini,” tandas Unifa ditirukan Suarman.
Secara khusus, Unifa ingin bahwa para guru dan siswa terlindungi dari covid-19 ini. Karena itu, PGRI menyampaikan pandangan bahwa vaksin sangat dibutuhkan untuk mencegah dan melindungi warga negara dari kemungkinan terpapar covid-19.
Vaksin sebagai suatu ikhtiar dalam pengembangan riset dan ilmu pengetahuan untuk mengatasi penyebaran covid yang membahayakan masyarakat. ”Semoga upaya-upaya yang tengah dilakukan ini menjadi jalan menuju perlindungan kesehatan bagi semua,” tandasnya. (rhm-nug)
