MAKASSAR, BKM–Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan sedang melakukan uji coba penanaman padi empat kali dalam setahun. Metode ini dikenal dengan Indeks Pertanaman (IP) padi 400.
Peningkatan penanaman ini dilakukan di daerah yang memiliki irigasi sepanjang tahun. Tujuannya untuk meningkatkan produksi padi nasional tanpa membutuhkan tambahan fasilitas irigasi dan pembukaan lahan baru.
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura, dan Perkebunan Sulsel, Andi Ardin Tjatjo mengatakan, identifikasi daerah yang memungkinkan untuk program tersebut sedang dilakukan. Sasarannya, ialah daerah yang dulunya memiliki IP 3 dinaikkan menjadi IP 4.
Masing-masing daerah akan diujicoba lahannya sekira 25-50 ha, khusuanya daerah yang beririgasi teknis.
“Jadi IP 4 bukan hanya padi, padi padi, padi. Bisa saja ada palawija misalnya kacang ijo. Untuk daerah beririgasi teknis yag sudah menanam 3 kali punya potensi besar,” ungkap Ardin Tjatjo, Minggu kemarin.
Dijelaskan Ardin, ada beberapa kebiasaan yang harus diubah dalam proses IP 400 ini, misalnya pembibitan dilakukan di luar areal pertanaman. Sebelum panen, pembibitan sudah mulai dilakukan agar siap ditanam usai panen.
“Begitu sudah panen, langsung ditanam lagi. Karena bibit yg digunakaj yg berumur jenjang, jadi kalau bisa 70 hari bisa panen,” jelasnya.
Hanya saja, penerapan IP Padi 400 ini harus dibarengi bibit memadai dan ketersediaan sarana produksi.
“Kita harus genjot ini IP 400, kalau ini sukses, kita bisa menambah jumlah penanaman tanpa menambah luas area, tapi harus dibarengi ketersediaan bibit dan sarana produksi,” tuturnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman mengatakan, salah satu upaya untuk meningkatkan produksi pangan di Sulsel dengan hadirnya bendung.
Bendungan Baliease misalnya, dalam waktu dekat bendungan yang berlokasi di Luwu Utara ini akan direskiman dan akan mengairi sawah lebih dari 21 ribu ha. Dengan begitu, intensitas tanam padi dari 100 persen menjadi 245 persen.
“Sulsel nantinya bisa panen 2 sampai 4 kali dalam setahun,” ujarnya.(nug)
Pemprov Ujicoba Tanam Padi Empat kali Setahun

Petani menunjukan padi hasil panennya di kampung Kilasah, Kasemen, Serang, Banten, Sabtu (1/2). Data BPS mencatat target produksi padi Provinsi Banten tahun 2013 sebesar 7.450.000 ton Gabah Kering Giling (GKG) tidak tercapai dan hingga akhir Desember 2013 baru mencapai 6.412.975 ton GKG akibat banyaknya sawah yang terendam banjir hingga mengalami gagal panen. ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman/Koz/NZ/14.