Site icon Berita Kota Makassar

NA:Tuntaskan Pembangunan Bendungan

MAKASSAR, BKM–Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan akan memaksimalkan pembangunan beberapa bendungan di Sulsel. Bahkan, Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah telah menginstruksi agar pengerjaannya dipercepat.

Bendungan nantinya akan berfungsi sebagai penyimpanan air, baik untuk keperluan irigasi maupun pengendali banjir.
Nurdin menilai, bendungan Bili-bili sudah mengalami beberapa kerusakan, misalnya send pocket atau pengendali aliran sedimen. Sehingga perlu upaya penyelamatan.
“Memang ini kan cekdam bili-bili itu adalah cekdam multi purpose. Pemanfaatan 100 tahun, padahal kan belum 100 itu,” ucap Nurdin.
“Kita berharap sebenarnya penambangan di atas itu sudah harus dikendalikan. Karena kalau tidak, jangankan 100 tahun, 50 tahun saja belum tentu cekdam bili-bili ini bisa berfungsi normal,” sambungnya.
Olehnya, beberapa bendungan harus segera diselesaikan termasuk bendungan Jenelata di Kabupaten Gowa, bendungan Karaloe di Jeneponto, serta bendungan lainnya.
“Sebenarnya bendungan Kelara ini sudah hampir rampung. Sudah bisa digenangi sebenarnya. Tinggal kepedulian dan keseriusan pemerintah. Kalau bendungan Kelara ini kita selesaikan, itu minimal 31.000 hektare lahan bisa menjadi irigasi teknis,” paparnya.

Ia menambahkan, pihaknya akan terus mensupport Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang (BBWSPJ) untuk menyelesaikan program tersebut.
Sebelumnya, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang, Adenan Rasyid mengatakan, bendungan ini sedang dalam tahap lelang untuk pengerjaan konstruksi.
Usai proses lelang selesai, selanjutnya pengerjaan konstruksi akan dilakukan. Sejauh ini masih banyak tahapan yang harus diselesaikan, termasuk masalah sertifikasi desain dan administrasi.
Terkait lahan, Adenan mengaku hal tersebut menjadi kendala klasik, kendati begitu proses sosialisasi tengah dilakukan guna memahamkan masyarakat agar bisa bekerjasama dengan pemerintah.
“Inikan masih terus berproses, ada appresial juga kemudian musyawarah. Semoga tidak ada kendala. Pada intinya sosialiasi masih dilakukan,” ucapnya.
Selain Bendungan Jenelata, kata Adenan, ada empat bendungan lainnya yang sedang berjalan, antara lain Bendungan Karaloe Bendungan Pammukulu, Takalar. Bendungan Passeloreng di Wajo serta Irigasi Balliase di Luwu Utara.
“Saat ini masih on progress semua. Ada yang mengalami masalah dana tapi kami sudah koordinasi, kami terus melakukan pengerjaan yang ada dengan ketersediaan anggaran yang sekarang justru progresnya bagus jadi kita sudah menabung untuk volume fisik. Meski refocusing, tidak ada tambahan anggaran jadi rekan kita tanpa uang dulu baru nanti kemudian di bayar,” ucapnya.
Sedangkan untuk bendungan passolerang, Adenan menjelaskan bahwa ini juga sudah rampung yang sedang dikejar adalah ini nanti peresmian oleh Presiden Joko Widodo.
“Ini yang kami kejar sekarang, insya allah bisa. Kalau jadwal resmi belum ada bisa saja di Desember. Tapi apapun itu semua kami kerjakan,” terangnya.(nug)

Exit mobile version