Site icon Berita Kota Makassar

Elavasi Waduk Bili-bili Dekati Batas Normal

GOWA, BKM — Curah hujan yang terus meninggi dalam beberapa hari ini membuat volume air di waduk Bilibili, Kecamatan Parangloe, Kabupaten Gowa terus naik. Hingga Selasa (19/1) pukul 16.00 Wita, ketinggian air waduk mencapai 97,80 meter dari permukaan laut (mdpl). Angka ini sudah mendekati elevasi batas normal 99,50 mdpl. Pada pukul 18.00 Wita, elevasi naik menjadi 97,89 mdpl. Tapi kenaikannya sudah lamban.
Sementara kondisi elevasi sungai Jenelata  di waktu yang sama mencapai 45,18 mdpl, elevasi air sungai Jeneberang (saat ini pemantauan di hilir Bendung Bissua) mencapai 30,56 mdpl alias berstatus normal. Sedang elevasi bendung Kampili 18,05 mdpl.

Menyikapi kondisi tersebut, Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang (BBWSPJ) selaku penanggungjawab waduk Bilibili pun melakukan pembukaan pintu air waduk untuk membuang sedikit demi sedikit air yang tertampung. Pembukaan pintu air setinggi 90 sentimeter itu dilakukan Selasa (19/1) pukul 16.15 Wita.
“Pembukaan pintu air waduk ini dilakukan guna mempertahankan kembali volume air normal. Karena itu pukul 16.15 Wita sore kami menambah pembukaan pintu pelimpah dari 70 sentimeter menjadi 90 sentimeter. Pembukaan pintu pelimpah ini sesuai SOP,” jelas Kepala BBWSPJ Adenan Rasyid.
Penyampaian ke masyarakat ini pun diedarkan pihak balai, setelah sebelumnya juga diberitahukan kepada gubernur Sulsel, BPBD Sulsel, wali kota Makassar, BPBD Makassar, bupati Gowa, serta BPBD.
Dikatakan Adenan, pembukaan pintu pelimpah ini dilakukan dengan pertimbangan, kondisi hulu sungai Jeneberang dan sungai Jenelata dalam keadaan tidak ada hujan. Selain itu, karena elevasi di hilir sungai Jeneberang (bendung Bisua) naik akibat penambahan bukaan pintu pelimpah menjadi +30,66 (elevasi waspada +31,79).
“Karena itu disampaikan kepada masyarakat tidak melakukan kegiatan penyeberangan sungai, menambang, menjala ikan di hilir bendungan Bilibili dan kegiatan lainnya di muara sungai Jeneberang selama pembukaan pintu pelimpah ini. Sebab otomatis elevasi air di sungai Jeneberang akan naik,” imbau Adenan.
Terkait hal ini, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Gowa Ikhsan Parawansa kepada BKM via WhatsApp, Selasa sore, mengatakan pihaknya langsung menindaklanjuti pemberitahuan pihak BBWSPJ tersebut kepada masyarakat. Disampaikan agar selama pembukaan pintu pelimpah tidak dibolehkan betaktivitas di kawasan DAS Jeneberang.
“Kami sudah menerima penyampaian pihak balai dan kami tindaklanjuti imbauan ini. Kami telah menindaklanjutinya dengan segera melaporkan ke pimpinan dan Posko Siaga Bencana Gowa. Kami juga mengimbau masyarakat untuk waspada menghadapi kondisi cuaca ekstrem saat ini,” jelas Ikhsan. (sar)

Exit mobile version