Site icon Berita Kota Makassar

Instruksi Jokowi: Percepat Pemulihan Sulbar

MAMUJU, BKM — Presiden Joko Widodo menginstruksikan agar pemulihan pascagempa di Mamuju dan Majene, dipercepat. Dengan begitu, roda pemerintahan dan perekonomian bisa kembali berjalan normal seperti semula.
Perintah itu disampaikan langsung Jokowi saat berkunjung ke Mamuju, Selasa (19/1). Ia tiba di Bandara Tampa Padang didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, dan disambut Gubernur Sulbar Andi Ali Baal Masdar didampingi Sekretaris Provinsi (Sekprov) Muhammad Idris.
Dari bandara, presiden langsung meninjau kantor gubernur Sulbar yang mengalami kerusakan parah akibat gempa di Mamuju. Termasuk rumah-rumah warga yang rubuh. Selanjutnya mengunjungi posko pengungsian warga Mamuju di Stadion Manakarra.
”Siang ini saya berkunjung ke Mamuju, Sulbar untuk melihat kondisi yang ada. Saya ingin memastikan bantuan logistik dan tenda-tenda pengungsi terkelola dengan baik,” kata Jokowi dalam keterangan persnya.
Kepada masyarakat yang terdampak bencana, Jokowi menjanjikan beberapa hal. Di antaranya adalah perbaikan bangunan untuk rumah warga hingga kantor pemerintah. Untuk rumah yang rusak berat akan diberi bantuan Rp50 juta, rusak sedang Rp25 juta, dan rusak ringan Rp10 juta.
Dalam kunjungannya ke tenda pengungsian, Jokowi membagikan makanan siap saji kepada anak-anak korban gempa.
Sebelum kedatangan Jokowi di Mamuju, sempat terjadi insiden yang membuat pengungsi di luar Stadion Manakarra, Mamuju protes dan marah. Penyebabnya, mereka dipaksa untuk pindah ke tenda di dalam stadion yang telah disiapkan oleh aparat dan Kementerian Sosial. Sempat terjadi adu mulut antara aparat TNI yang berjaga dengan pengungsi. Namun, akhirnya pengungsi membongkar tenda dan membawa serta barang-barang miliknya. Mereka memilih mencari tempat baru, karena lokasi tempat mereka mengungsi akan disterilkan sementara.
Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis data terbaru korban jiwa akibat gempa di Sulbar. Jumlah yang meninggal dunia sebanyak 84. Rinciannya, 73 orang meninggal di Kabupaten Mamuju dan 11 orang di Kabupaten Majene.

Selain itu, total terdapat 932 orang luka-luka, baik ringan maupun berat.

Bantuan Biddokkes

Guna meringankan beban dan memenuhi kebutuhan para korban bencana gempa di Mamuju dan Majene, Polda Sulbar bersama sejumlah pihak terus menyalurkan bantuan kemanusian. Selasa (19/1), Bidang Kedokteran Kesehatan (Biddokkes) Polda Sulbar bekerja sama Pusdokkes Polri, Biddokes Polda Sulsel dan Biddokkes Polda Sulteng membagikan ribuan obat-obatan dan vitamin kepada mereka yang terdampak. Titik pembagian fokus pada dua tempat, yaitu posko pengungsian Mamuju City dan Posko Tapalang.
Kabid Dokkes Polda Sulbar Kombes Pol Asmarahadi, mengatakan kegiatan ini merupakan salah satu upaya membantu meringankan beban masyarakat yang tertimpa bencana. Apalagi kondisi cuaca pascagempa kurang bersahabat. ”Jadi bantuan obat-obatan dan vitamin saat ini kami prioritaskan untuk para korban,” ujarnya.
Warga yang berada di pengungsian dan mendapatkan bantuan ini, mengaku sangat senang dan menyampaikan terima kasihnya. Saat ini selain makanan, yang sangat mereka butuhkan adalah obat-obatan. Khususnya untuk usia rentan agar bisa bertahan di lokasi pengungsian demi menghindari ancaman penyakit dan musibah lainnya.
Saat pembagian bantuan dilakukan, tampak warga berdatangan. Mereka antre untuk mendapat obat-obatan. Di antaranya obat demam dan batuk untuk anak-anak, serta muliti vitamin. Pembagian minyak telon dan minyak kayu putih juga bagian dari aksi kemanusian kali ini.

Universitas Andalas

Bantuan tenaga medis untuk membantu memberi pengobatan kepada korban gempa Sulbar datang dari Universitas Andalas dan Rumah Sakit Abdul Jamil, Sumatera Barat. Mereka terdiri dari sembilan dokter yang sebagian besar dokter spesialis bedah.
”Universitas Andalas, Padang ikut peduli terhadap korban gempa Sulbar dengan mengirim tenaga medis yang sebagian besar dokter spesialis bedah. Mereka akan membantu korban yang mengalami cidera dan butuh pengobatan (bedah),” ujar Armon, pengurus Kerukukan Keluarga Minang (KKM) Sulbar, Selasa (19/1).
Bagi korban gempa yang butuh bantuan, Armon mempersilakan untuk menghubungi posko tanggap bencana Universitas Andalas dan RS Abd Jamil Padang untuk Korban Gempa Majene dan Mamuju, di Jalan Soekarno-Hatta, Mamuju. Selain bantun pengobatan, tim ini juga menyalurkan bantuan sembako kepada korban. (*/rus)

Exit mobile version