MAKASSAR, BKM — Hujan deras yang mengguyur Kota Makassar beberapa hari terakhir mengakibatkan banjir terjadi di beberapa tempat. Tiga wilayah yang kerap menjadi langganan banjir, yakni Blok 8 dan Blok 10 di Antang, Kelurahan Tamangapa, Kecamatan Manggala, serta di Kompleks Kodam III Paccerakkang, Kelurahan Daya, Kecamatan Biringkanaya.
Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar Khaeruddin Dg Awing menjelaskan, genangan air sudah mulai terjadi di Blok 8 dan 10 Antang, Tamangapa. Kendati tidak separah yang terjadi Desember lalu, namun warga yang bermukim di sana diliputi kecemasan karena hujan deras terus terjadi. Air pun sudah mulai memenuhi jalan-jalan di pemukiman warga, terutama yang lokasinya agak rendah.
Yang cukup parah, kata lelaki yang akrab disapa Dg Awing itu, banjir sudah terjadi di Kompleks Kodam III Paccerakkang Daya. Warga yang bermukim di perumahan tersebut, khususnya di bagian belakang yang dekat dengan sungai, terpaksa harus mengungsi pada Senin (18/1) malam.
“Jadi di Kompleks Kodam III, khususnya yang bermukim bagian belakang, air sudah mencapai paha orang dewasa. Air sudah masuk ke rumah warga,” ungkap Dg Awing.
Warga yang mengungsi sekitar 10 KK. Mereka terpaksa numpang di rumah-rumah tetangga yang kondisinya aman dari banjir. “Semoga hujan reda dan tidak terlalu deras lagi supaya sungai yang ada di belakang Kompleks Kodam tidak meluap sehingga banjir di perumahan itu surut,” harapnya.
Untuk mengantisipasi terjadinya musibah atau hal-hal yang tidak diinginkan di lokasi itu, menurut Dg Awing, sejumlah relawan dan anggota BPBD terus melakukan pemantauan dan melaporkan setiap kemungkinan yang bisa terjadi.
Mengungsi ke Masjid
Dari pantauan BKM, di blok 8 dan 10 Antang, ketinggian air sudah sampai dada orang dewasa yang tampak menggenangi sejumlah kawasan pemukiman Jalan Kecaping Raya Blok 10, kompleks Pinisi Greenland, perumahan untuk dosen, pegawai, dan alumni UNM Manggala, Jalan Biola Raya Blok 10, juga Blok 8 Manggala. Pada titik ini, air sudah merembes masuk ke dalam rumah warga, namun berangsur kembali surut setelah hujan turun.
Hingga kemarin, Badan Search and Rescue Nasional (Basarnas) Makassar belum menerima laporan dari warga maupun hasil pantauan langsung di lapangan yang menunjukkan adanya banjir, khususnya di wilayah Manggala. Meski begitu, petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Makassar yang berjumlah lima orang terlihat berjaga-jaga di kawasan Blok 10.
“Untuk banjir belum ada kejadian. Namun pasukan dan peralatan rescue sudah siaga penuh dan standby. Kami berlima untuk sementara sudah siaga. Sejak dua hari dari kemarin sudah melakukan persiapan guna mengatisapasi air yang sewaktu-waktu meninggi. Kami siapkan perahu karet satu unit buah dan sewaktu-waktu dapat ditambah. Kalau habis shalat Ashar hujan tidak berhenti sampai malam, kemungkinan air pasti naik,” jelas Rahmat, koordinator evakuasi logistik dan gudang BPBD kota Makassar, yang sedang berjaga di Jalan Biola Raya, Blok 10 Manggala, Selasa (19/1).
Saat ini sudah ada beberapa warga yang mengungsi di tempat ibadah yang terdekat dengan rumahnya. Seperti yang dilakukan Ibu Nopi. Ia berada di Masjid Nurul Jihad Jalan Terompet 18 Blok 10 Manggala. Lokasi ini tidak jauh dari rumahnya yang sudah tergenang.
“Rumah sudah masuk air sejak dua hari lalu. Posisi rumah lebih rendah dari jalan. Sementara mengungsi dulu di masjid. Kebetulan tidak jauh dari rumah, jadi bisa pantau. Hanya saja sangat disayangkan kalau ada bantuan, di sini tidak pernah tersentuh karena dengan alasan ada posko. Sedangkan jarak posko agak jauh dari sini dan tidak bisa dilalui kalau air sudah tinggi,” keluh Ibu Nopi
Selain Ibu Nopi, ada tiga kepala keluarga yang juga mengungsi di tempat yang sama. Mereka berharap apabila ada bantuan dapat disalurkan di Masjid Nurul Jihad.
Terlihat sejumlah remaja Jalan Biola Raya Blok 10 terlihat membuat rakit dari bambu dan juga ban bekas untuk digunakan bila kondisi tidak memungkinkan. Kendaraan warga mulai diungsikan di tempat lebih tinggi di Blok 10.
Butuh Bantuan
Di Perumahan Mangga Tiga bagian belakang, Perumahan Kodam III Kelurahan Katimbang dan Kelurahan Daya, ketinggian air sudah di atas lutut orang dewasa sehingga. Warga pun terpaksa mengungsi sementara waktu ke tempat yang lebih tinggi.
Sekretaris Kecamatan Biringkanaya Andi Patiroi, mengatakan banjir kembali terjadi di Kelurahan Katimbang dan Daya yang tiap tahun menjadi langganan banjir jika curah hujan cukup tinggi. “Sudah hampir setinggi lutut orang dewasa. Kami anjurkan untuk mengungsi di posko yang disiapkan. Kami akan memberikan bantuan makanan kepada pengungsi. Mudah-mudahan banjir ini tidak lama dan yang mengungsi semua sehat,” ujarnya saat memantau lokasi banjir, Selasa (19/1).
Ketua RW 6 Kelurahan Katimbang Firtuadi Abd Karim, mengaku sudah dua hari ini sebagian warga sudah mengungsi di Masjid Green Rahmani. Sebagian lagi masih memilih tinggal di rumah masing-masing walaupun air belum juga surut. Mereka tetap berharap perhatian pemeritah kota Makassar untuk memberikan bantuan dan solusi mengatasi banjir.
“Sebagian memang yang rumahnya bagian dibelakang sudah mengungsi, karena air terus naik sejak dua hari lalu. Posko pengungsian ada di masjid. Ada juga ruko di depan. Kita antisipasi jangan sampai air semakin tinggi kalau hujan terus. Warga yang mengungsi butuh bantuan, utamanya anak-anak ini kasian,” jelasnya.
Kepala Bidang Data dan Informasi Badan Meteorologi, Kilamotologi, dan Geogfisika (BMKG) Wilayah IV Makassar Hanafi Hamzah menjelaskan, bulan Januari ini merupakan puncak curah hujan. Khususnya di wilayah sebelah selatan Pinrang, Pare-pare, Barru, Pangkep, Maros, Makassar, Gowa, Takalar, dan Jeneponto. (rhm-jun-ita-pkl)
