Site icon Berita Kota Makassar

Pemerintah Genjot Investasi

JAKARTA, BKM — Sovereign Wealth Fund (SWF) menjadi salah satu cara pemerintah menggenjot investasi. Sehingga diharapkan bisa berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi dalam negeri. Rencananya, SWF akan mulai beroperasi di periode kuartal I-2021.
Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati, mengatakan, pemerintah meyakini konsep SWF dapat diterima investor asing. Karena tata kelola lembaga ini penuh dengan kehati-hatian mulai dari struktur organisasi, permodal, hingga proyek investasi yang dipilih.
Sebagaimana dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 74 Tahun 2020 tentang Lembaga Pengelola Investasi (LPI), lembaga ini beranggotakan lima orang dewan pengawas yang terdiri dari Menteri Keuangan, Menteri BUMN, dan tiga orang dari kalangan profesional.
Kemudian, lima orang berasal dari kalangan profesional sebagai direktur yang menjalankan kegiatan operasional SWF. PP 74/2020 juga mengisyaratkan modal SWF yang dipatok pemerintah yakni sebesar Rp75 triliun.
Tahun lalu, pemerintah sudah memberikan modal awal Rp15 triliun bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020 sebagaimana PP Nomor 73 Tahun 2020 tentang Modal Awal SWF.
Menkeu mengatakan, dana Rp15 triliun lagi akan dialokasikan ditahun ini dari APBN 2021. Sehingga modal tunai SWF sebesar Rp30 triliun. Sementara Rp45 triliun lainnya berasal dari aset-aset lain milik negara. Misalnya saja melalui saham-saham dari BUMN melalui mekanisme inbreng atau disertakan.
”Kita berharap in total ekuitasnya itu akan sekitar Rp75 triliun. Yaitu dalam bentuk saham-saham. Misal sahamnya BRI, Mandiri itu kan sekarang lagi tinggi-tinggi. Yang penting kepemilikan sahamnya pemerintah pegang di atas 51 persen, maka kita inbrengkan,” kata Menkeu seperti dikutip dari salah satu media. (int)

Exit mobile version