SENGKANG, BKM — Dua kelurahan di Kecamatan Tempe yakni Kelurahan Laelo dan Kelurahan Salomenraleng terendam banjir
gegara Sungai Walennae Kecamatan Tempe meluap.
Kanit Intelkan Polsek Tempe Polres Wajo Iptu Baharuddin saat memantau Sungai Walennae, Kamis (20/1) mengatakan intensitas curah hujan beberapa hari terakhir di Kabupaten Wajo cukup tinggi. Dua kelurahan di Kecamatan Tempe yang terkena dampak diantaranya dua kelurahan.
Air Banjir tersebut mulai memasuki pemukiman dibawah kolong rumah warga yang merupakan rumah panggung hunian.
Baharuddin menjelaskan, jumlah warga terdampak banjir masing-masing untuk Kelurahan Salomenraleng sekitar 100 unit rumah, dua unit bangunan sekolah dan satu unit Puskeskel dengan ketinggian air sekitar 80 cm.
Kelurahan Laelo yang terkena dampak luapan air sekitar 458 unit rumah, satu unit kantor kelurahan, empat bangunan sekolah, satu puskeskel, satu unit bangunan balai pertemuan, dua unit bangunan mesjid dan satu unit Posyandu dengan ketinggian air sekitar 80 cm.
“Air banjir di dua kelurahan tersebut akibat luapan air sungai walennae dan danau tempe akibat curah hujan sehingga air luapan tersebut memasuki pemukiman warga,” jelasnya.
Kapolsek Tempe AKP Saifullah Syan menjelaskan akibat cuaca dengan intensitas hujan tinggi, Polsek menugaskan anggotanya memantau wilayah masing-masing terkhusus di pesisir Sungai Walennae.
“Anggota Polsek memonitoring perkembagan banjir di wilayahnya sekaligus memberikan keamanan dan kenamanan di masyarakat,” tandas Kapolsek. (ono/C)
Walennae Rendam 558 Unit Rumah
