ENREKANG, BKM — Gempa tektonik yang menguncang Mamuju dan Majene Sulbar beberapa hari lalu membuat warga panik dan memilih menetap ditenda pengungsian yang tersebar dibeberapa titik.
Akibat gempa bumi berkekuatan magnitodo 6,2 tersebut membuat sebagian aktivitas masyarakat setempat tidak berjalan karena meraka panik terhadap gempa sehingga memilih bertahan ditenda-tenda pengungsian.
Bupati Enrekang H Muslimin Bando dan Kapolres Enrekang, AKBP Andi Sinjaya memimpin rombongan menyalurkan bantuan ke Sulbar, Sabtu (23/1). Di Sulbar, Muslimin didampingi sejumlah Kepala Badan Penaggulangan Benca Daerah, Abdullah Sannengan dan pimpunan OPD lainnya menyalurkan bantuan kemanusiaan secara simbolis dibeberapa titik pengungsian di Sulbar termasuk Majene dan Mamuju yang diterima Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar di rumah jabatannya.
Bupati Enrekang, H Muslimin Bando mengatakan kehadiran Pemkab menyalurkan bantuan logistik sebagai bentuk peduli terhadap korban terdampak musibah.
“Pemkab hadir Sulbar untuk silatuhrahmi dan membesuk para terdapak korban gempa,” ujar Muslimin.
Menurutnya, banyak warga Enrekang yang mencari hidup di Sulbar terutam di Mamuju. “Mamuju ini bagian dari Enrekang. Banyak warga Hikma yang mencari hidup disini,” katanya.
Terpisah,Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar mengucapak terima kasih atas kedatangan Pemkab Enrekang yang dipimpin Bupati H Muslimin Bando.
” Terima kasih banyak atas kedatangan pak Bupati Enrekang dan keluarga semuanya yang ada di Enrekang,” tandas Ali Baal. (her/C).
