Site icon Berita Kota Makassar

Beras Jagung Cegah Diabetes dan Menguatkan Imun

DIVERSIFIKASI pangan lokal terus dikembangkan. Tak terkecuali oleh kalangan mahasiswa. Hasilnya, beras jagung putih kini mulai banyak dikenal sebagai pngganti beras padi.

Di Sulawesi Selatan, tepatnya di Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba, sejak dahulu masyarakatnya telah mengonsumsi beras jagung sebagai bahan makanan pokok sehari-hari. Makanan ini menjadi sumber karbohidrat utama. Apalagi, sebagian besar penduduk di daerah tersebut bercocok tanam jagung putih dan menjadikannya sebagai mata pencaharian.
Selain kaya akan kandungan protein dan karbohidrat yang rendah, beras jagung juga memiliki kandungan glukosa yang rendah pula. Tidak heran jika nenek moyang masyarakat Kajang yang mengonsumsi beras jagung jarang terkena penyakit diabetes, obesitas, dan memiliki imun tubuh yang kuat.

Sejarah konsumsi beras jagung masyarakat Kajang yang membawa manfaat bagi kesehatan dan mampu menjadi bahan makanan pokok pengganti nasi telah banyak diketahui. Hanya saja, mereka masih minim pengetahuan dalam mengelola dan memasarkannya pada skala besar.
Hal itulah yang menjadi alasan Arham untuk mengambil peran dalam memperkenalkan dan mengembangkan konsumasi beras jagung menjadi pengganti beras padi. Ia merupakan salah seorang mahasiswa Departemen Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Hasanuddin, Makassar. Arhamn memperkenalkan pangan leluhurnya itu ke beerbagai kegiatan kemahasiswaan di kampus. Kemudian membuat brand desain, melakukan proses pemasaran, dan pengelolaan beras jagung ini dengan pasar yang lebih luas. Dia memperkenalkannya mulai dari lingkungan kampus.

“Melalui pekan kewirausahaan, saya perkenalkan beras jagung di kampus. Saya melihat banyak peminatnya. Mulai dari dosen, teman-teman, dan orangtua mahasiswa setelah mengetahui ada olahan jagung dalam bentuk beras yang mampu mencegah diabetes,” ucap Arham yang tampil dalam obrolan podcast BKM, Senin (25/1).

Sebagai mahasiswa sekaligus warga asli Kajang yang tumbuh besar dengan mengonsumsi beras jagung, ada alasan lain sehingga Arham memperkenalkan pangan asal kampung halamannya itu. Yakni untuk membantu petani jagung putih di Kecamatan Kajang. Sebab dari waktu ke waktu jumlah mereka semakin berkurang. Hal itu dikerenakan tidak adanya wadah pemasaran bagi produk jagung putih yang mereka hasilkan. (pkl)

Exit mobile version