Site icon Berita Kota Makassar

Dewan ‘Kesal’ Sama Pemprov Sulsel

MAKASSAR, BKM–Para politisi yang kini menjadi wakil rakyat di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) provinsi Sulawesi Selatan mulai gerah.
Hal tersebut lantaran ada kesan para wakil rakyat tidak begitu dilibatkan dalam proses pembangunan, khususnya Twin Tower yang terletak dikawasan Tanjung Bunga Makassar.
Pasalnya, pembangunan Twin Tower yang rencanakan melalui sistem turnkey, tanpa menggunakan alokasi dari APBD maupun APBN.
Ironisnya, pemerintah Provinsi Sulsel, melalui PT Sulsel Citra Indonesia atau Perusahaan Daerah (Perseroda) meminta dana suntikan sekitar Rp 1 Triliun.
Permintaan tersebut ditandatangani oleh Sekretaris Provinsi (Sekprov) dengan nomor 539/0204/B perihal permohonan persetujuan penyertaan modal Pemerintah Provinsi Sulsel kepada PT Sulsel Citra Indonesia atau Perseroda untuk di bahas di ruang Kerja Komisi C DPRD Sulsel, Rabu (27/1).
Wakil ketua DPRD Sulsel, Syaharuddin Arif mengatakan berdasarkan pemerintah dalam hal ini Gubernur harus sama-sama dengan DPRD untuk membahanya apalagi lahan tersebut adalah milik bersama sehingga DPRD kata dia sebagai wakil rakyat wajib mengetahui statusnya.
“Jangan tiba-tiba Pemprov minta anggaran, apalagi program pembangunan Twin Tower sudah jalan lalu minta persetujuan DPRD. Ini telat yang seharusnya pernyataan ini dibuat sebelum peletakan batu pertama,”tegas Syaharuddin Alrif.
Legislator Partai Nasdem Sulsel ini menuturkan jika permintaan tersebut tidak disetujui oleh DPRD Sulsel, termasuk lahan delapan hektar yang akan dibangun Twin Tower tersebut. “Kalau kami setuju maka lanjut. Kalau kami tidak setuju mau diapa? Apalagi lahan itu bukan perseorangan tapi rakyat Sulawesi selatan,”ujarnya.
Syahar-panggilan akrab Syaharuddin Alrif mengingatkan bila anggota DPRD jangan dianggap sebagai anak-anak. “Ibaratkan kami ikut saja apa yang diinginkan Gubernur Nurdin Abdullah. Apalagi lahan delapan hektar tersebut cukup luas. Jika saya cermati membaca surat ini lahan delapan hektar tersebut diserahkan ke SCI (PT Sulsel Citra Indonesia) kemudian SCI jamikan lahan tersebut untuk mendapatkan anggaran. Lalu dibangun itu. Lalu dimana investornya,”tanyanya.
Sekretaris DPW Partai Nasdem Sulsel ini mengungkapkan bila pembangunan Twin Tower tersebut sudah dimulai dengan kegiatan peletakan batu pertama. Sementara belum ada persetujuan dari DPRD. “Bayangan kami pembangunan Twin Tower itu dari investor yang beberapa tahun kemudian akan dikembalikan uangnya,” bebernya. (rif)

Exit mobile version