Site icon Berita Kota Makassar

Dirut PDAM Gowa Pimpin Rombongan Tukang Ledeng ke Sulbar

GOWA, BKM — Direktur Utama PDAM Tirta Jeneberang Kabupaten Gowa, H Hasanuddin Kamal, memimpin para tukang ledeng se-Sulsel menuju Provinsi Sulbar. Rombongan atasnama Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (Perpamsi) Provinsi Sulsel bersama Asosiasi Tukang Ledeng se Sulsel bergerak membawa bantuan logistik untuk korban gempa di Kabupaten Mamuju dan Majene, Provinsi Sulawesi Barat, Selasa siang (25/1).
Rombongan para tukang ledeng dipimpin Dirut PDAM Tirta Jeneberang Gowa, H Hasanuddin Kamal selaku Ketua Perpamsi Sulsel, berangkat ke Sulbar bersama sejumlah direksi PDAM se-Sulsel, di antaranya Dirut PDAM Takalar, Djamaluddin, Dirut PDAM Barru, H Suheri, Dirut PDAM Luwu Utara, Harim M, Dirut PDAM Maros, Muh Salahuddin, Dirut PDAM Enrekang, Hj Halifa Bando, Dirut PDAM Sidrap, Zul Askar, Dirut PDAM Toraja, Frans Mangguali, Dirut PDAM Bone, Andi Sofyan Galigo, Dirut PDAM Wajo, Andi Dedy, dan Dirut PDAM Sinjai, Nassullah.
Aksi kemanusiaan ini bergerak ke Sulbar membawa bantuan logistik berupa kebutuhan pokok, obat-obatan dan kebutuhan bayi. Ketua Perpamsi Sulsel sekaligus Dirut PDAM Tirta Jeneberang Kabupaten Gowa, Hasanuddin Kamal, kepada BKM, Selasa siang mengatakan, giat kemanusiaan ini sebagai wujud kepedulian kepada sesama tukang ledeng.
”Saya selaku Ketua Perpamsi Sulsel mengajak teman-teman PDAM se-Sulsel untuk membantu secara sukarela saudara-saudara kita para tukang ledeng di Sulbar yang saat ini ditimpa musibah akibat gempa beberapa hari lalu. Selain bantuan natura, kita para tukang ledeng juga mengirim bantuan tenaga relawan untuk mempercepat pemulihan distribusi air di Majene dan Mamuju tersebut,” kata Hasanuddin.
Aksi kemanusiaan yang digalang para tukang ledeng ini kata Hasanuddin adalah sebagai bukti kebersamaan yang dibangun melalui persaudaraan asosiasi tukang ledeng di seluruh Indonesia secara umum.
”Action kami ini dari minggu lalu. Tiga hari lalu kami sudah kirim tenaga relawan untuk membantu pemulihan distribusi air bersih di Sulbar. Berikutnya, bantuan terus kita kumpul dari para tukang ledeng, sehingga terkumpul berupa beras, gula pasir, kopi, mie instan, selimut, obat-obatan, perlengkapan bayi, susu dan lainnya. Khusus untuk beras kita bawa lima ton,” tambah Hasanuddin. (sar)

Exit mobile version