MAKASSAR, BKM — Dosen Universitas Kristen Indonesia (UKI) Paulus Toraja Roni La’birin berhasil meraih gelar doktor bidang Pendidikan Bahasa Inggris di Program Pascasarjana Universitas Negeri Makassar (PPs UNM). Ia mempertahankan disertasinya di depan sidang ujian promosi doktor di Aula Lantai 5 Gedung PPs UNM, Kamis (29/1).
Disertasi Roni La’birin berjudul Models of Teaching English Speaking Practiced in IndonesianUniversities. Ujian promosi doktor berlangsung secara luring dengan menerapkan protokol kesehatan ketat. Sidang dipimpin Prof Dr Anshari,MHum dengan anggota Prof Drs Muhammad Basri,MA,PhD, Prof Dr Syarifuddin Dola,MPd, Prof Dr Jasruddin,MSi, Prof Dr Haryanto,MPd, Prof Dr Baso Jabu,MHum, dan Dra Nasmilah,MHum,PhD.
Riset yang dilakukan Roni La’birin menggunakan metode kualitatif. Ia mengambil sampel pada lima universitas di Sulsel, yaitu UKI Paulus Toraja, UNM, Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Universitas Bosowa (Unibos) Makassar, dan Institut Agama Islam Palopo.
Temuan riset ini adalah pertama, model pengajaran bahasa Inggris adalah Illustration, Interaction, Induction (III);
Presentation, Practice, Production (PPP); and Mastery Learning. Model itu diringkas menjadi Contraction, Stimulation, Explanation, Demonstration, and Assessment (CSEDA).
”Kedua, ada lima faktor persepsi mahasiswa, yaitu pengalaman, sikap, motivasi, perhatian, dan harapan berupa keaktifan, pendidikan yang baik, dan menghargai. Bentuk interaksi digunakan dosen adalah pendekatan interaktif dan penggunaan media teknologi. Ketiga, dampak model pengajaran berbicara adalah mahasiswa merespon dengan aktif, kerja keras, motivasi tinggi, rasa percaya diri, dan fasih berbicara bahasa Inggris,” jelas Roni.
Seusai menjawab sanggahan, bantahan, dan klarifikasi para penguji, Roni dinyatakan lulus dengan raihan IPK 3,84 atau predikat kelulusan sangat memuaskan. Dia tercatat sebagai alumni doktor ke-901 PPs dan ke-68 Prodi Pendidikan Bahasa Inggris.
Prof Drs Muhammad Basri,MA,PhD selaku ketua prodi memberi motivasi kepada doktor baru agar aktif dalam kompetisi riset. Berbagai lembaga menawarkan dana riset. Guru besar FBS ini juga berpesan agar doktor baru selalu berinovasi dalam menulis buku, terutama dari hasil riset disertasinya.
Prof Basri yang juga selaku reviuwer nasional riset, mengharapkan agar doktor baru tidak keluar dari jejak riset sebelumnya agar mudah memenangi kompetisi riset. “Doktor yang juga selaku dosen harus aktif mempublikasikan riset pada jurnal internasional bereputasi dan terindeks Scopus,” pesannya. (rls)
