MAKASSAR, BKM — Dr Moh Hatta Alwi Hamu,SE,MSi kini memimpin Institut Bisnis dan Keuangan (IBK) Nitro untuk periode 2021-2025. Plantikan dan pengukuhannya sebagai rektor dilakukan oleh Ketua Yayasan Pendidikan Fajar Dr M Ridwan Arif, Rabu (27/1). Berlangsung di Ballroom Edelweis Kampus Unifa-Nitro di Jalan Prof Abdurrahman Basalamah. Moh Hatta menggantikan Prof H Marzuki,DEA,PhD yang mengundurkan diri setelah mendapat jabatan baru sebagai anggota Badan Supervisi di Provinsi Sulbar.
Usai dilantik, Moh Hatta mengatakan, ada sejumlah pekerjaan yang menantinya sebagai pemimpin di IBK Nitro. Salah satunya adalah secepatnya melakukan akreditasi terhadap empat prodi baru, serta penguatan penjaminan mutu internal IBK Nitro.
“Saya akan mendorong mahasiswa dan dosen untuk melakukan penelitian dan mengimplementasikannya di daerah untuk menunjang suatu daerah agar bisa meningkatkan perekonomiannya. Kita juga akan melakukan penguatan pendidikan karakter. Kami menyiapkan pula program merdeka belajar. Untuk itu mahasiswa kita dorong ke industri dan berguna untuk masyarakat,” ujar Moh Hatta.
Untuk melakukan hal itu, ia mengakui bukanlah pekerjaan ringan. Meski begitu, Hatta berjanji akan bekerja semaksimal mungkin demi memajukan IBK Nitro. Tak lupa ia mengucapkan terima kasih kepada Prof H Marzuki yang telah memberikan banyak kemajuan selama menjabat menjadi rektor.
“Doakan saya semoga bisa mewujudkan kampus yang unggul dan berkualitas, dan menjadikan IBK Nitro sebagai rujukan di kawasan timur Indonesia. Manusia yang terbentuk di Nitro harus memiliki iman dan ketakwaan,” tandasnya.
Ketua Yayasan Pendidikan Fajar M Ridwan Arif mengungkapkan, proses pemilihan hingga menetapkan Moh Hatta sebagai rektor dilakukan bukan atas dasar keluarga. Melainkan ada proses yang harus dilalui sesuai aturan perguruan tinggi. Dimulai dari penjaringan oleh senat akademik dan diusulkan ke pengurus yayasan.
“Jadi kami perlu luruskan bahwa penetapan rektor ini bukan karena atas dasar kedekatan atau keluarga. Kita jalankan proses pemilihan rektor ini seperti seharusnya dengan melakukan pendaftaran, serta fit and propert. Kami juga melihat track record, dan semua itu menunjukkan rektor sekarang memang sangat layak,” jelas Ridwan Arif.
Diakui, banyak pertimbangan secara profesional sehingga memilih Moh Hatta sebagai rektor. Misalnya, secara akademik ia adalah tenaga pendidik yang menyelesaikan studi doktoral tepat waktu. Memiliki kemampuan mengelola organisasi perguruan tinggi, sebab pernah menjabat sebagai direktur Akademi Pariwisata Fajar. Ada pula pertimbangan kepemimpinan yang menduduki banyak jabatan, mulai dari komisaris dan direktur di Fajar Grup.
“Hasil pemantauan di lapangan, mahasiswa sangat puas dengan metode belajar beliau. Pak Moh Hatta ini orang sibuk, tapi masih mau meluangkan banyak waktu untuk dunia pendidikan. Makanya, atas dasar itu kami melihat ada kelayakan,” akunya.
Sementara itu, secara virtual, Ketua Dewan Pembina Yayasan Pendidikan Fajar Alwi Hamu, mengucapkan selamat atas pelantikan rektor IBK Nitro. Ia berharap agar rektor yang baru bisa bekerja maksimal dalam memajukan institut.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bersama-sama membesarkan yayasan hingga seperti saat ini. Moh Hatta harus jalankan tugas sebaik-baiknya,” ucapnya. (ita)
