Site icon Berita Kota Makassar

Klaim BPJamsostek Melonjak

BULUKUMBA, BKM — Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Bulukumba, Muliyati Nasrun menyatakan lonjakan pembayaran klaim atau jaminan yang dikucurkan meningkat sebesar 91.77 persen, atau mencapai Rp 25.2 miliar dibandingkan tahun 2019.
“Pada tahun (2019, red) terdapat 1.496 kasus PHK jumlah klaimnya Rp 11,6 miliyar sedangkan tahun 2020 meningkat hingga 91,77 persen,” paparnya, Rabu (27/1).
Mulyati merincikan klaim BPJamsostek 2020 antara lain, klaim untuk Jaminan Hari Tua (JHT) mencapai Rp 23.7 miliar untuk 2869 kasus, Jaminan Kematian (JKM) sebanyak 25 kasus dengan nominal sebesar Rp 938 Juta , Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) sebanyak 10 kasus dengan nominal sebesar Rp 203.4 Juta, dan Jaminan Pensiun (JP) sebanyak 56 kasus dengan nominal sebesar Rp 365.25 Juta.
“Banyaknya klaim JHT tersebut berlangsung sejak Maret sampai Desember 2020, dan dimungkinkan masih terus berlanjut hingga tahun ini (2021, red),” ujarnya.
“Tingginya angka klaim Jaminan Hari Tua atau JHT di Kabupaten Bulukumba ini karena kondisi pandemi Covid-19 yang berakibat banyak pekerja di-PHK oleh perusahaannya,” lanjutnya.
Kendati demikian, BPJamsostek optimis dengan tetap waspada terhadap tantangan-tantangan yang mungkin akan muncul di depan. Oleh sebab itu, BPJamsostek telah mewujudkan transformasi digital berkelanjutan yaitu pelayanan melalui aplikasi Lapak Asik online, onsite dan kolektif perusahan.
Mekanisme Lapak Asik ini merupakan alternatif terbaik di masa Pandemi Covid-19, yang tujuannya untuk mengurangi kontak fisik secara langsung, di samping untuk memudahkan peserta BPJS Ketenagakerjaan yang mengajukan klaim JHT. Layanan ini juga telah diterapkan oleh seluruh Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan sejak Maret 2020.
“Tahun 2021 harus bisa dijadikan titik balik pulihnya perekonomian Indonesia setelah didera pandemi. BPJamsostek siap mendukung upaya ini agar perlindungan menyeluruh pekerja Indonesia dapat segera terwujud. Prinsipnya kami akan memberikan layanan terbaik, meskipun saat ini dalam situasi sulit karena Covid,” pungkasnya. (min/C)

Exit mobile version