MAKASSAR, BKM — Selasa, 26 Januari lalu, Wali Kota Makassar terpilih Moh Ramdhan Pomanto mengumpulkan pejabat eselon II dan III lingkup pemkot. Pertemuan di kediaman pribadi Danny, Jalan Amirullah ini dilakukan untuk membahas proses pelantikan yang akan digelar tidak lama lagi.
Selain itu, Danny juga meminta kepada pejabat pemkot yang hadir untuk membantunya menyukseskan program-program yang akan dijalankan. Ternyata, kehadiran para pejabat yang berjumlah puluhan tersebut di kediaman Danny menuai protes. Penjabat Wali Kota Rudy Djamaluddin mempermasalahkannya. Ia bahkan menginstruksikan kepada Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Makassar untuk membuat telaah staf terhadap pejabat yang ikut dalam rapat tersebut.
“Jadi kemarin (Selasa) ada, jadi ini kan viral. BKD (maksudnya BKPSDM) memberikan telaah bagi kita. Kita akan kaji, apa langkah-langkah yang akan ditempuh menyikapi persoalan ini, ” ungkap Rudy usai melakukan vaksinasi kedua di Puskesmas Makassau, Kamis (28/1).
Dia menegaskan, sebagai pj wali kota, dirinya tidak ingin pemerintahan terganggu oleh kegiatan-kegiatan di luar pemerintahan. “Kenapa? Karena kegiatan pelayanan masyarakat tidak boleh menurun. Apalagi sampai terhenti hanya karena kegiatan-kegiatan yang di luar kegiatan resmi pemerintahan,” cetusnya.
Diapun menekankan kepada ASN untuk terus menerus memegang teguh janji-janji kepegawaian untuk bekerja dengan benar. “Ada UU kepegawaian, ada Permendagri dan lain-lain. Itu adalah untuk menjaga kita, untuk bekerja, memastikan bahwa kita bekerja untuk rakyat,” tandasnya.
Lebih jauh dikemukakan, seharusnya ASN tahu diri. Posisinya datang ke rapat tersebut sebagai apa. Jika sudah mengganggu pelayanan pemerintahan, secara tegas dikatakan tidak boleh. Diapun berjanji akan melakukan evaluasi terhadap ASN yang bersangkutan.
“Jadi kita tidak berbicara bisa datang atau tidak. Tapi ASN harus tahu diri. Posisinya itu datang sebagai apa. Kalau sudah mengganggu pelayanan pemerintahan, itu yang tidak boleh dan kita akan lakukan evaluasi,” tandasnya.
Dari informasi yang diperoleh, mereka yang diundang di kediaman pribadi Danny Pomanto adalah pejabat yang disebut-sebut memberi dukungannya ke Danny. Di antaranya Kepala Bappeda Andi Khadijah Iriani, Kepala Dinas Dukcapil Aryati Puspasari Abadi, Kaban Litbang Nielma Palamba, Kadis Perpustakaan Andi Siswanta Attas dan 15 mantan camat.
Dalam pertemuan itu, Danny melakukan pengumpulan data dan informasi, serta berdiskusi dan merumuskan program kerja ke depan. Ia memaparkan ada beberapa sektor yang akan menjadi prioritas pembangunan, salah satunya kesehatan. Termasuk upaya menekan kasus penularan Covid-19 di Kota Makassar.
Salah seorang pejabat yang hadir dalam pertemuan tersebut, mengaku sudah dihubungi terkait persoalan tersebut. Ia dimintai penjelasannya terkait kedatangannya di kediaman Danny. Mantan camat itu berdalih bahwa kehadirannya di luar jam kantor. Pertemuan itu pun disebutnya sebagai silaturahmi biasa.
Juru bicara pemenangan pasangan Danny-Fatma, Indira Mulyasari Paramastuti angkat bicara terkait persoalan yang diungkap Pj Wali Kota Rudy Djamaluddin. Kata dia, sebagai seorang pemimpin harusnya punya hati yang terbuka, hati yang tenang, melihat ASN melakukan silaturahmi dengan wali kota terpilih.
”Ini hanya silaturahmi dan dilakukan di luar jam kerja ASN.
Tidak perlu berlebihan. Jangan dipersoalkan. Kami tidak pernah berniat begitu terpilih langsung membuka pintu semua ASN. Sebelum terpilih juga kami selalu buka silaturahmi. Dengan silaturahmi ini bertujuan sinergitas ke depannya lebih baik,” terangnya. (rhm-jun)
