Site icon Berita Kota Makassar

Dipicu Cemburu, Oknum Polda Ancam Pistol Ibu-ibu di Bone

BONE, BKM — Ulah tak terpuji diperontonkan seorang oknum yang bertugas di Polda Sulsel. Polisi berpangkat bripka berinisial FA itu, tetiba datang melakukan pengancaman di sebuah rumah warga Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Manurungnge, Kecamatan Tanete Riattang, Kabupaten Bone. Rumah tersebut milik seorang ibu-ibu bernama Hj Fatma.
Peristiwa tersebut berlangsung pada Minggu sore (31/1). Ketika itu, Hj Fatma bersama anaknya sedang berada di dalam rumah. Tanpa disangka-sangka datang pelaku menggunakan mobil. Selanjutnya masuk ke dalam, setelah sebelumnya menendang pintu rumah yang sedang tertutup setengah. Dengan nada marah-marah, FA mencari Anto, suami Hj Fatma. Yusuf, kakak Hj Fatma yang ditemui di rumahnya, menuturkan bahwa pelaku datang bersama seorang temannya. Tapi hanya FA yang masuk. Sementara rekannya tidak turun dari mobil.
”Saat datang dia langsung menendang pintu. Kemudian mencari suami adik saya. Kebetulan suaminya tidak ada di rumah,” terang Yusuf.

Diakui Yusuf, sebelumnya keluarganya tidak ada persoalan dengan pelaku. Belakangan diketahui, motir pelaku tenyata karena cemburu dengan adik iparnya itu. Ia diduga sering mengganggu istri pelaku.

“Dia (FA) mengancam mau menembak adik saya. Bahkan pistolnya ditodongkan ke adik saya, Dia mengatakan ke adik saya, kalau suaminya sudah pulang agar segera menemuinya. Jika tidak, dia akan kembali lagi mendatangi adik saya,” beber Yusuf
.
Sementara Anto, suami Hj Fatma mengatakan, ia dan istri FA sama sekali tidak punya hubungan apapun. Mereka hanya berteman.
”Saya tidak ada hubungan dengan istrinya. Kami hanya berteman. Kami berteman sejak masih sekolah. Saya siap dipertemukan dengan istrinya di hadapan polisi,” cetus Anto.
Merasa keberatan dengan pengancaman tersebut, Hj Fatma yang didampingi suaminya langsung melaporkan kejadian tersebut ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Bone.

Kapolres Bone AKBP Try Handako Wijaya Putra yang ditemui kemarin, membenarkan adanya laporan terkait dugaan pengancaman oleh oknum polisi yang bertugas di Polda Sulsel.

“Iya, informasinya sudah ada. Laporannya juga sudah masuk. Untuk saat ini kami belum bisa memberikan keterangan lebih jauh. Tunggu saja prosesnya. Kalau terkait kronologisnya, mungkin bisa ketemu korban langsung,” ujarnya.

Saat ini polisi masih melakukan penyelidikan, dan sementara mengumpulkan bukti-bukti serta memeriksa sejumlah saksi di lokasi kejadian. (man/b)

Exit mobile version