MAKASSAR, BKM — Perayaan Imlek 2572 tahun ini harus dirayakan sedikit berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Akibat pandemi covid-19 perayaan Tahun Baru Cina diprediksi tidak akan terlalu semarak. Bahkan dirayakan melalui virtual.
Bahkan aksi barongsai yang ramai dipertontonkan di jalan dan tempat fasilitas umum bakal jarang ditemukan.
Hal itu dikarenakan adanya pembatasan-pembatasan yang harus dilakukan. Selain itu, penerapan protokol masih ketat dilakukan. Malah, saat ini, pemerintah daerah bersama forkopimda secara ketat turun ke lapangan untuk memastikan masyarakat menerapkan protokol kesehatan secara ketat.
Pj Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin mengemukakan, walaupun dirayakan dalam kondisi serba terbatas, tak akan mengurangi esensi perayaan Imlek.
“Bagi yang merayakan Imlek, tetaplah bersuka cita merayakannya. Tapi ingat, tetap menerapkan protokol kesehatan. Ingat 3 M karena kita masih dalam kondisi pandemi covid-19,” ungkap Rudy.
Dia pun berharap tokoh dan pemuka masyarakat Tionghoa bisa membantu pemerintah dalam menyosialisasikan protokol kesehatan. Termasuk dalam proses bersembahyang di klenteng. “Harus tertib, hindari kerumunan, tetap jaga jarak, kenakan masker,” tandasnya.
Terpisah, Ketua Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi) Sulawesi Selatan, Yonggris Lao mengatakan, perayaan tahun baru Imlek terpaksa harus dirayakan dengan nuansa berbeda.”Tahun baru Imlek yang merupakan perayaan terpenting bagi warga Tionghoa. Tapi di masa pandemi ini terpaksa dilakukan secara virtual. Rencananya pada 14 Februari kegiatannya hanya melalui virtual saja dan ini se Sulsel,” sebut Yonggris, Senin (1/2).
Membatasi kegiatan perayaan tahun baru Imlek secara langsung sambung Yonggris, tiada lain bertujuan untuk menyukseskan program pemerintah memutuskan rantai penyebaran covid-19 yang masih ada.
“Jika tahun lalu masih bisa saling mengunjungi, di masa pandemi ini kunjungan ditiadakan dulu. Dapat dilakukan dari rumah saja melalui panggilan video. Imlek tahun ini bebar-benar dilakukan sepenuhnya bersama keluarga dari rumah untuk mencegah penyebaran atau penularan covid,” tambahnya.(rhm-arf)
