Site icon Berita Kota Makassar

Unhas Target Vaksinasi 6.000 Nakes

MAKASSAR, BKM — Universitas Hasanuddin mengambil bagian pada vaksinasi massal untuk tenaga kesehatan (nakes) di Kota Makassar. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 1-3 Februari mendatang ini menargetkan penyuntikan vaksin terhadap 6.000 nakes.
Ketua Satgas Covid-19 Unhas Prof dr Budu, mengatakan vaksinasi massal ini merupakan rangkaian dari dies natalis Fakultas Kedokteran FK) Unhas. Selain itu, hal ini juga merupakan bagian dari upaya Unhas mengambil bagian dalam upaya mengatasi pandemi covid-19.
“Pada hari pertama (Senin, 1 Februari) kami harapkan dapat kami bisa melakukan vaksinasi sebanyak 2.000 nakes. Sehingga sampai hari Rabu mendatang ada sebanyak 6.000 nakes kami bisa vaksin. Tentu kami buka untuk yang lain, tapi lebih mengutamakan nakes dulu. Kami tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat,” jelas Prof Budu di GOR JK Arenatorium Kampus Unhas, Senin (1/2). Tempat ini menjadi lokasi pelaksanaan vaksinasi massal.
Ia juga menjelaskan, kolaborasi pemberian vaksin ini merupakan kerja sama dengan unsur pemerintah. “Ada beberapa pihak yang terlibat dalam vaksinasi ini. Mulai Pemprov Sulsel, Pemkot Makassar, RS vertikal yang ada di Makassar, RSPTN Unhas, dan FK Unhas. Masing-masing mempunyai peran dan berkolaborasi,” terangnya.
Unhas sendiri mendukung penyiapan lokasi dan logistik untuk pelaksanaan vaksinasi ini. Sementara tenaga vaksinator berasal dari Pusat Kesehatan Masyarakat di Kota Makassar. Sedang tenaga medis yang melakukan skrining awal disiapkan oleh RS Wahidin dan RS Unhas.
Direktur Pelayanan Medik, Keperawatan dan Penunjang RS Wahidin Prof dr Mansyur Arif, menjelaskan bahwa kegiatan ini dimaksudkan untuk mengcover nakes untuk divaksin secara bersama-sama, agar tidak ada lagi nakes yang berguguran akibat covid-19.
“Mereka yang terpapar dan rentan adalah nakes. Seperti yang diketahui, nakes sebagai garda terdepan dalam penanganan covid-19. RS Wahidin mendukung tenaga medis bersama RSPTN Unhas. Dinas Kesehatan berperan sebagai penyedia vaksin,” tuturnya.
Gubernur Sulsel HM Nurdin Abdullah berharap, vaksinasi dilakukan secara massif sampai anti bodi terbentuk sempurna. Olehnya itu, diharapkan tidak ada aktivitas yang melemahkan anti bodi usai melakukan vaksinasi.
“Tolong jangan sampai kita kembangkan kegiatan yang melemahkan vaksin. Jadi harus betul-betul dijaga, dan ini tiga bulan baru aktif betul anti bodinya. Saya berharap vaksin ini betul-betul sebagai solusi untuk memutus pandemi covid-19. Kita fokus bagi yang belum kena covid-19,” ungkap Nurdin Abdullah di Kantor Gubernur, kemarin.
Kepala Dinas Kesehatan Sulsel Muhammad Ichsan Mustari menyampaikan, vaksinasi massal dilakukan untuk mempercepat proses vaksinasi, khusus bagi tenaga kesehatan di Kota Makassar.
“Dalam rangka mempercepat pemberian vaksin bagi tenaga kesehatan di Kota Makassar, maka dilaksanakan vaksinasi massal. Berlangsung selama tiga hari di GOR Unhas,” ungkap Ichsan Mustari.
Kegiatan vaksinasi tersebut melibatkan seluruh rumah sakit milik pusat, Pemprov Sulsel, swasta yang ada di Kota Makassar, kemudian Balai Kesehatan, Fakultas Kedokteran Unhas, dan UPT Dinas Kesehatan Sulsel. Adapun total institusi yang terlibat sebanyak 33 unit. Sementara peserta yang akan divaksin 4.804 orang.
Adapun tim vaksin sendiri diambil dari RS Wahidin Sudirohusodo, RS Unhas, RS Tajuddin Khalid, RS Fatima, RS Pertiwi, RS Awal Bros, dan Dinas Kesehatan Kota Makassar. (ita-nug)

Exit mobile version