DUA pemeran dalam film De Toeng Misteri Ayunan Nenek hadir dalam sesi podcast Berita Kota Makassar. Mereka pun berkisah tentang apa yang dialaminya ketika proses shooting berlangsung di Bangkala, Kabupaten Jeneponto.
MELYASARI yang berperan sebagai Nenek Toeng tampil dengan hijab warna hitam, dipadu celana panjang warna senada. Ia sempat bersalin pakaian untuk memakai baju kaus lengan pendek berwarna putih. Di bagian depan tertulis judul film yang dilakoninya.
Sementara Resyha Nafisa Zildjiani, datang dengan mengenakan baju kaus hitam serta celana hitam. Di bagian depan bajunya juga bertuliskan de Toeng Misteri Ayunan Nenek. Resyha yang masih duduk di bangku sekolah dasar ini berlakon sebagai Rania, anak seorang dokter.
Mely, begitu Melyasari akrab disapa, kemudian bertutur tentang apa yang dilakukannya di lokasi. ”Di hari pertama sewaktu tiba di lokasi, saya merasakan memang agak sedikit angker. Sebelum masuk, semua memberi salam,” tutur Mely memulai ceritanya.
Keesokan harinya, di hari pertama proses pengambilan gambar, Mely langsung merasakan adanya hal-hal mistis. Aroma mistis itu kian terasa ketika shooting berlangsung di malam hari. Efek horor begitu dirasakannya. Apalagi yang diperankannya adalah seorang nenek yang kerap gentayangan pada malam hari.
Dua jam sebelum shooting, Meli terlebih dahulu harus dimake up. Wajahnya yang cantik dipoles hingga menyerupai nenek-nenek. Tak lupa ia memberi salam dan meminta permisi untuk memerankan sosok Nenek Toeng.
Saat hendak melakoni adegan yang memerankan si nenek, Meli tetiba merasakan ada yang menyambarnya. Dia pun langsung berucap, ”Nek, izin saya duduk di ayunan ini untuk memerankan nenek.” Setelah itu Meli merasakan kalau bayangan itu pergi.
Namun, tidak lama kemudian, bayangan Nenek Toeng dirasakan muncul lagi di pintu. Kali ini, ia melemparkan senyum ke Meli. Meli pun membalas senyuman itu, hingga akhirnya dia mampu memerankan sosok Nenek Toeng hingga akhir produksi.
Kisah berbeda datang dari Resyha. Tokoh Rania ini mengaku baru pertama kali berperan dalam sebuah film. Ia pun tak merasakan sesuatu yang berbau mistis ketika proses shooting berlangsung.
”Rasanya normal-normal saja. Tidak ada yang menakut-nakuti,” ujarnya polos.
Walau begitu, ada pengalaman menarik yang disampaikan sulung dari dua bersaudara ini. Ketika itu, sutradara menyuruhnya untuk mencekik pemain yang berperan sebagai ayahnya. Lakon itu terpaksa harus diulang berkali-kali.
”Saya benar-benar mencekik lehernya dengan keras. Saya kemudian disuruh oleh sutradara untuk tidak terlalu keras mencekiknya,” katanya sambil tertawa kecil.
Cerita berlanjut saat shooting di malam hari. Resyha tetiba saja keluar dari kamar karena penasaran dan mendengar suara Nenek Toeng bernyanyi.
Selama proses produksi berlangsung, terkadang Resyha ngambek. Suasana hatinya sering berubah-ubah. Untuk mengatasi hal itu, ada trik jitu cara membujuk yang dilakukan kru. ”Saya sering dikasih camilan,” ujarnya tersipu.
Di bagian lain kisahnya, Meli kembali menceritakan hal mistis yang ditemuinya. Waktu itu sudah pukul 01.00 dinihari. Ketika hendak dilakukan pengambilan gambar pada malam hari yang berlokasi di kuburan, Meli awalnya tak menyadarinya adanya penampakan.
Namun, ketika hasil pengambilan gambar diperlihatkan dari sebuah kamera, di situ terlihat ada tangan di belakang Meli. Tangan itu seakan merangkulnya.
Dari perbincangan dengan Meli, terungkap kalau keterlibatannya di film ini tanpa disengaja. Awalnya, menurut Meli, yang ikut casting untuk film ini bukanlah dirinya, melainkan anaknya. Ia hanya datang untuk menemani. Namun saat casting berlangsung, kru langsung mendekatinya dan menawarinya sebuah peran. Tidak main-main, Meli ditawari untuk peran Nenek Toeng.
”Waktu itu datang kru film dan menawari untuk main film. Katanya saya cocok untuk peran
Nenek Toeng,”’ jelasnya.
Awalnya Meli sempat menolak, dengan alasan belum memiliki cukup pengalaman bermain film. ”Sebenarnya sudah pernah ikut main dalam dua film. Tapi sebagai pemeran pembantu,” tambahnya. Namun, ia tetap diminta untuk mencoba, hingga akhirnya terpilih untuk peran Nenek Toeng.
Pemutaran film De Toeng dijadwalkan pada 11 Februari mendatang. Meli dan Resyha pun mengajak masyarakat Indonesia untuk datang menontonnya.
”Sahabat dan teman-teman semua, saksikan saya di film De Toeng Misteri Ayunan Nenek pada tanggal 11 Februari 2021 di seluruh indonesia di bioskop kesyangan anda. Jangki lupa, film ini sangat berkesan bagi anda. Ada aspek budaya tradisional dalam film ini,” ujar Meli. (pkl)
