Site icon Berita Kota Makassar

SGB Targetkan 500 Nasabah Baru

MAKASSAR, BKM — PT Solid Gold Berjangka (SGB) sebagai salah satu perusahaan pialang terkemuka di Tanah Air, berhasil membukukan hasil positif di sepanjang tahun 2020. Hasil positif itu juga ditorehkan SGB Cabang Makassar.
Seperti disampaikan Pimpinan Cabang PT SGB Makassar, Yunarty, meski Indonesia termasuk Makassar khususnya dan Sulsel pada umumnya masih didera pandemi virus Corona atau Covid-19, tapi SGB Cabang Makassar masih bisa tumbuh menggembirakan.
”Syukur Alhamdulillah, di tengah pandemi Covid-19 yang mendera pada awal tahun 2020, PT SGB Cabang Makassar masih bisa menghasilkan pertumbuhan yang menggembirakan. Dari sisi nasabah baru, berhasil merekrut sebanyak 191 orang nasabah. Sedangkan total transaksi sepanjang tahun 2020 mencapai 51.300 lot. Jumlah ini jauh lebih baik dibandingkan tahun 2019 yang hanya dikisaran 40 ribuan lot,” ujar Yuni, panggilan akrab Yunarty di sela acara media gathering yang berlangsung di kantornya, Selasa (2/2).
Melihat pencapaian ini, kata Yuni, kantor pusat PT SGB memberi target cabang Makassar untuk tahun 2021 ini dapat tumbuh sebesar 173 persen. Dengan asumsi nasabah baru sebanyak 500 orang dengan total transaksi ditahun 2021 sebesar 87 ribu lot.
”Kalau melihat target ini memang cukup besar. Tapi Insya Allah, kami optimis akan dapat mencapainya. Sejumlah persiapan untuk merealisasikan target ini telah kami persiapkan. Di antaranya menambah jumlah tenaga marketing, serta massif mensosialisasikan keberadaan SGB di tengah-tengah masyarakat,” jelas Yuni.
Tentang adanya sejumlah tanggapan negatif masyarakat terhadap bisnis dari SGB tersebut, Yuni menambahkan, hal itu menjadi tantangan tersendiri bagi dirinya sebagai pimpinan cabang baru bersama tim manajemennya.
”Imej negatif itu wajar muncul di sebuah perusahaan jasa seperti halnya di SGB. Dan ini menjadi tantangan bagi kami untuk bisa mengubahnya menjadi imej positif. Salah satunya dengan memberi pemahaman sejelas-jelasnya kepada masyarakat terkhusus calon nasabah kami. Terutama bagaimana risiko yang harus ditanggung nasabah dari bisnis perdagangan komoditi berjangka ini. Bukan sekadar potensi keuntungan yang kami sampaikan kepada calon. Jadi bisnis perdagangan komoditi berjangka ini, selain menjanjikan potensi keuntungan yang besar juga mengandung risiko yang besar pula. Tinggal bagaimana mengelola akun yang kita punyai dengan sebaik-baiknya dan sehati-hati mungkin,” jelas Yuni.
Pada kesempatan tersebut, Yuni juga menjelaskan soal dana nasabah yang sering disebut sulit untuk dicairkan. Dikatakan, ketika nasabah memutuskan untuk berinvestasi di bisnis perdagangan komoditi berjangka ini, maka dana dari nasabah tidak disetorkan ke SGB. Tapi dibuat terpisah. Dana tersebut diawasi penuh PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) perusahaan BUMN yang juga mendapat pengawasan dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) yang berada di bawah Kementerian Perdagangan RI.
”Ketika ada nasabah yang akan mencairkan dananya, terlebih dahulu menyampaikan kepada kami. Lalu kami menyampaikan kepada pihak Kliring Berjangka Indonesia. Selanjutnya, jumlah dana yang diminta nasabah itu ditransferkan masuk ke rekening nasabah tersebut,” terang Yuni.
Untuk memberi banyak pilihan kepada nasabah dalam melakukan investasi, PT SGB memasarkan delapan jenis komoditi, di antaranya Index Hansen dan Nikkei, mata uang, forex, dan locogold. Dari sejumlah komoditi tersebut, selama ini nasabah lebih banyak mengambil locogold atau perdagangan emas.
”Kalau dipersentasekan dari keseluruhan transaksi di SGB ini, sekitar 80 persen di antaranya adalah investasi di sektor locogold,” kunci Yuni. (mir)

Exit mobile version