Site icon Berita Kota Makassar

Amphuri Harap Lockdown di Arab Saudi tak Lama

MAKASSAR, BKM — Arab Saudi kembali lockdown atau menutup akses masuk bagi calon jamaah umroh dari 20 negara di dunia. Salah satunya Indonesia.
Akibatnya, calon amaah umroh asal Indonesia gagal berangkat untuk sementara waktu. Mereka harus bersabar dulu, sambil menunggu kebijakan baru Pemerintah Arab Saudi membuka kembali wilayahnya untuk didatangi warga negara lain yang ingin beribadah.
Menyikapi kondisi ini, Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri), Nurhayat berharap, penutupan akses ke Tanah Suci tidak berlangsung lama. Paling lama hanya sebulan. Diharapkan bulan Maret mendatang, jamaah calon umroh sudah bisa melaksanakan ibadah di Tanah Suci.
“Saya dapat informasi, sejak tadi malam (Rabu malam), Mekkah sudah lockdown. Dilarang orang keluar malam. Karena pandemi di Kota Riyadh meningkat kasus covidnya, ” ungkap lelaki yang akrab disapa Hayat itu.
Dia menyebutkan, ini adalah kali ketiga Pemerintah Arab Saudi melakukan pembatasan wilayah. Selama 2020, selama pandemi covid-19 menghantam dunia, Arab Saudi lock down sebanyak dua kali, masing-masing selama 14 hari.
“Awal tahun ini, Arab Saudi kembali melakukan pembatasan wilayah karena kasus pandemi covid-19 di dunia kembali meningkat, ” ungkapnya saat dihubungi BKM, Kamis (4/2).
Dia mengatakan, selama pembatasan wilayah, calon jamaah umrah asal Indonesia dilarang masuk karena dinilai kasus covid-19 di Indonesia cukup tinggi.
Lebih jauh dikemukakan, sebenarnya, jika Arab Saudi tidak menerapkan pembatasan wilayah, jamaah umroh asal Makassar akan berangkat ke Tanah Suci mulai 27 Februari mendatang.
“Tapi kita optimistis pembatasan ini tidak berlangsung lama. Bulan depan, Inshaa Allah umrah sudah bisa berjalan. Bulan Maret lah,” tandasnya. (rhm)
Sementara itu, salah seorang calon jamaah umrah, Machmoed mengakui, masih tetap menunggu kabar baik dari pemerintah Arab Saudi yang membuka akses masuk calon jamaah umrah Indonesia untuk melaksanakan ibadah di Mekkah.”Kita masih tunggu kejelasan pemerintah Indonesia dan Arab Saudi,” singkatnya saat ditemui di kediamannya di Perumnas Tidung.(rhm)

Exit mobile version