JAKARTA, BKM — Bank Indonesia (BI) memandang tahun ini akan menjadi tahun dengan pertumbuhan ekonomi yang positif. Dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, kebijakan BI ditahun ini untuk mendorong pemulihan ekonomi.
”Secara keseluruhan, BI kebijakannya untuk tahun 2021 akan diarahkan untuk mendukung pemulihan ekonomi yang berkoordinasi erat dengan pemerintah. Tentu saja dengan terus melanjutkan stabilitas ekonomi makro dan keuangan,” kata Gubernur BI, Perry Warjiyo, dalam acara Mandiri Investment Forum 2021, Rabu (3/2).
Pemulihan ekonomi tercermin dari mulai meningkatnya arus transaksi perdagangan secara global. Selain itu, juga pemulihan ekonomi datang dari investasi, stimulus fiskal, dan konsumsi masyarakat. Untuk defisit transaksi berjalan (CAD), BI memperkirakan berada pada -1 persen hingga -2 persen dari PDB (produk domsetik bruto).
”Kami memproyeksikan pemulihan ekonomi sedang berjalan positif, dengan outlook kami untuk PDB 2021 adalah 4,8 persen sampai 5,8 persen,” kata Perry.
Perry mengatakan, portofolio yang masuk diperkirakan USD19,6 miliar. Itu di luar dari investasi langsung dan itu juga dengan dukungan dan dorongan dari pemerintah, dan juga penerapan dari Undang-Undang Cipta Kerja dan SWF.
Dari kebijakan moneter, bank sentral akan selalu mengawasi pergerakan rupiah. Saat ini, rupiah masih bergerak di bawah fundamentalnya atau undervalued. Oleh karena itu, pergerakan rupiah diperkirakan akan terus menguat. Di sisi lain, kebijakan suku bunga acuan, BI menargetkan untuk tetap mempertahankan dengan tren suku bungan yang rendah sampai ada tanda-tanda peningkatan inflasi.
Seperti diketahui, persoalan inflasi saat ini adalah karena adanya masalah permintaan yang masih lemah, sehingga inflasi juga terkoreksi cukup rendah. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, inflasi pada Januari 2021 mencapai 0,26 persen secara bulanan (month to month/MtM) dan 1,55 persen secara tahunan (year on year/YoY).
”Inflasi akan terus dijaga. Targetnya sekitar 3 persen plus minus 1 persen setelah kita sempat menyentuh angka inflasi terendah pada Januari 2021,” jelas Perry. (int)
BI Prediksi Tahun ini Perekonomian Tumbuh Positif
