KETERBATASAN aktivitas penduduk kota Makassar di masa pandemi covid-19 dan meminta agar mereka tetap di rumah saja, sangat berdampak pada aktivitas penyeberangan orang dari daratan kota Makassar ke pulau terluar.
Laporan: POPPY-DILLA
Seperti halnya yang dialami, Basri salah satu juragan pemilik perahu penyeberangan antar pulau di Dermaga Kayu Bangkoa.
Ditemui penulis, kemarin, pria berumur 46 tahun ini mengaku tak terasa sudah lebih 20 tahun menjadi juragan perahu. Rezeki yang dia perolehnyapun dirasa sudah lebih dari cukup untuk menghidupi keluarga kecilnya.
Sebelum pandemi covid-19 yang memberi dampak di semua sendi kehidupan, Basri sehari-hari menjadi nahkoda di perahunya. Keselamatan para penumpang ada di pundaknya. Ia membawa penumpang berbagai profesi dari kota Makassar ke pulau seperti Barrang Lompo, Barrang Caddi dan Pulau Lumu-lumu serta Langkai.”Setiap minggu sebelum covid, penumpang sangat banyak. Ada yang hendak berlibur ke daratan kota Makassar ada juga yang hanya menyewa untuk digunakan memancing di tengah laut,” jelas Basri.
Hanya saja, selama hampir satu tahun pandemi covid-19, usaha antar penumpang mulai sepi.
“Selama masa pendemi covid 19 ini penghasilan drastis menurun dan sangat sulit mencari pemasukan. Biasanya dalam sehari bisa sampai 15 kali mengantar penumpang yang akan menyebrang, tapi sekarang kadang hanya 2-3 kali dalam sehari. Bahkan tidak ada penumpang yang didapat,”jelasnya sambil sesekali mengisap rokok di tangannya.
Ia menambahkan, dulu pendapatan ia bisa persoleh Rp300 ribu hingga Rp500 ribu. Tapi sekarang tidak menentu, kadang hanya Rp50 ribu saja.
Basri sendiri tidak mempunyai pekerjaan sampingan selain menjadi juragan perahu, jika dalam sehari tidak mendapatkan penumpang maka dia dan teman-temannya hanya nongkrong sambil menunggu sore untuk kembali ke rumah masing-masing.
Kemarin, suasana di Dermaga Kayu Bangkoa terlihat sepi dari biasanya, hanya terlihat beberapa juragan yang sedang menanti kedatangan penumpang,salah satu penumpang yang baru saja tiba dari pulau Lea-lea yang keseharianya ini bekerja sambil kuliah.”Saat ini arus ombak agak kencang namun tetap saja mengunakan trasnportasi laut untuk menyebrang ke pulau, karena sudah terbiasa menyebrang kecuali cuaca buruk,” singkatBappol.(*)
