HADIR dalam berbagai varian rasa, berondong jagung yang lebih sering kita sebut popcorn atau Lappo (bahasa Makassarnya) adalah makanan ringan berbahan dasar jagung.Cemilan ini biasanya dijumpai dan menjadi teman saat berkendara dan di rumah. Seperti halnya yang dijajakan Dg Nyarrang di sudut Jalan Hertaning-Tamalate 1 ini.
Laporan: MUH FACHRIZAL
Proses pengolahan popcorn menggunakan suatu alat yang mengubah biji-biji jagung menjadi gumpalan keriting berwarna putih yang empuk dan renyah.
Bahkan popcorn dikenal sebagai makanan yang murah yang seringkali dibawa oleh orang penikmat film di bioskop sebelum datangnya masa pandemi covid-19.
Menurut Dg Nyarrang kepada penulis, ia sudah dua tahun menjalankan usaha berjualan popcorn setelah berhenti bekerja menjadi pengemudi becak motor (Bentor). Pria berusia setengah abad ini mengaku dibantu oleh anak pertamanya berjualan. Ia di Jalan Hertasning, sementara anaknya di depan PAM Gowa Jalan Alternatif 7 Tompobalang, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa.
Sebelum berjualan di Hertasning, Dg Nyarrang berjualan di Jalan Poros Malino selama satu tahun. Hanya saja, ia sudah dilarang berjualan sehingga memutuskan untuk ke Makassar.
“Tidak putus asa ka nak’ tetap ja cari tempat berjualan. Dimana ki lagi mau makan kalau tidak berusaha ki. Untungnya, adaji di Jalan Hertasning kodong,” katanya sambil menyusun popcorn atau lappo.
Ditanya soal penghasilannya, Dg Nyarrang mengaku penghasilan perharinya kadang 100-200 ribu. Pendapatan ini cukup untuk menghidupi kebutuhan sehari-hari keluarganya.
Sebelum berjualan popcorn, Dg Nyarrang dulunya seorang pengemudi becak motor (bentor) selama empat tahun, dirinya berganti profesi karena umurnya sudah tua, dan pekerjaan sebelumnya kurang pemasukan dan menguras banyak tenaga.”Saya lebih memilih berjualan popcorn karena kerjanya santai dan tidak terlalu menguras tenaga, dirinya membuat sendiri popcornya, membeli bahannya di pasar Terong. Saya membeli jagung sebanyak 1 karung yang berisi sekitar 22-25 kg /karungnya,”jelasnya.
Sementara untuk hasil produksinya dengan jagung satu karung , biasa menghasilkan sekitar 100 atau lebih bungkus popcorn untuk siap dijual seharga Rp5.000.”Kalau-pun ada pesain yang berjualan popcorn yang sama, kita harus ikhlas dan sabar saja, soalnya rezeki sudah Allah yang mengaturnya,” tutupnya.(*)
