BELOPA, BKM — Dinas Pariwisata Kabupaten Luwu, menggandeng Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Makassar dalam upaya mengembangkan kepariwisataan di Kabupaten Luwu. Nota kesepahaman antara Politeknik Pariwisata Makassar dan Dinas Pariwisata Kabupaten Luwu Nomor 556/01/Dispar/I/2021 tentang Kerjasama Pengembangan Kepariwisataan di Kabupaten Luwu
Penandatanganan nota kerjasama diteken Kadis Pariwisata, Tandiraja dan Direktur Politeknik Pariwisata Makassar Muhammad Arifin disaksikan Bupati Luwu, H Basmin Mattayang di ruang kerja Bupati Luwu, Jumat (5/2) lalu.
Menurut Basmin, kerjasama ini sangat penting mengembangkan potensi obyek wisata dan mempersiapkan SDM yang berkualitas dan memahami seluk beluk kepariwisataan.
“Kabupaten Luwu memiliki potensi obyek wisata yang cukup banyak tapi belum bisa dioptimalkan karena SDM yang memahami tentang kepariwisataan itu masih sangat terbatas. Melalui kerjasama ini kita juga berharap ada kajian akademik tentang rencana induk pengembangan kepariwisataan di Kabupaten Luwu yang lebih terarah”, jelas H Basmin.
Menurut Basmin, pariwisata bisa menjadi salah satu penopang peningkatan perekonomian, apalagi ditunjang dengan keberadaan Bandara Lagaligo dapat mempermudah akses wisatawan menuju Kabupaten Luwu.
Sementara itu, Direktur Politeknik Pariwisata Makassar mengatakan, sebagai lembaga pendidikan, Poltekpar dalam menjalin kerjasama dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Luwu sangat erat kaitannya dengan pelaksanaan tugas menjalankan Tri Darma Perguruan Tinggi.
“Tri Darma Perguruan Tinggi yang dimaksud adalah yang pertama bentuk kerjasama dalam hal pendidikan atau pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) melalui pendidikan dan pelatihan. Dimana Poltekpar membuka kesempatan bagi putra-putri asal Kabupaten Luwu untuk melanjutkan jenjang pendidikannya di Poltekpar, sementara pengembangan SDM masyarakat maupun ASN, nantinya akan dikerjasamakan dengan Dinas Pariwisata”, jelas Muhammad Arifin
Kemudian Tri Darma yang kedua adalah mengaplikasikan dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat dapat juga berupa memberikan pelatihan bagaimana pengelolaan dan pengembangan destinasi wisata kepada masyarakat sekitar”, lanjut Muhammad Arifin
Sedangkan Tri Darma ketiga menyangkut penelitian terkait adanya kajian kajian akademik rencana induk pengembangan kepariwisataan dalam satu kabupaten
“Tri Darma yang ketiga ini adalah pekerjaan yang utama yang dititipkan oleh bapak Bupati Luwu melalui Kepala Dinas Pariwisata, untuk menyusun Rencana Induk Pengembangan Kepariwisataan yang nantinya diharapkan melahirkan peraturan daerah tentang pengelolaan kepariwisataan di Kabupaten luwu”, lanjutnya. (*)
