Site icon Berita Kota Makassar

Rangga Berkomitmen Kawal Aspirasi Rakyat

MAKASSAR, BKM–Anggota Fraksi Golkar DPRD Sulsel, Fahruddin Rangga menyampaikan komitmennya untuk mengawal aspirasi masyarakat. “Komitmen saya mengawal dan akan saya perjuangkan menjadi usulan kegiatan prioritas baik dalam pra pembahasan maupun pembahasaan APBD 2022 tahun ini,”ujar Rangga saat melanjutan kegiatan resesnya di titik keempat hari pada Senin (8/2) yang berlangsung di Desa Bontolangkasa Selatan Kecamatan Bontonompo Kabupaten Gowa.
Pada reses masa sidang kedua tahun anggaran 2020/2021, Rangga yang merupakan legislator daeri daerah pemilihan Gowa dan Takalar ini sengaja memilih tempat di wilayah Kabupaten Gowa karena menjadi bagian dari daerah pemilihannya 2019 lalu.
“Hal tersebut saya lakukan di Gowa agar masyarakat wilayah tersebut dapat mengambil bagian dalam menyalurkan aspirasi dan informasi, namun pelaksanaan reses tetap mengacu pada standar protap protokol kesehatan masa pandemi covid 19,” jelasnya.
Dihadapan ratusan warga Bontonompo, Rangga mengatakan, reses adalah kesempatan yang paling tepat untuk menyampaikan harapan dan persoalan sosial kemasyarakatan yang dialami dalam keseharian.
“Oleh karena itu masyarakat jangan ada keraguan untuk berbicara menyampaikan fikiran fikirannya dalam kesempatan reses seperti ini,” katanya.
Turut hadir mendampingi Rangga yakni Kepala Desa dan sekretaris Desa Bontolangkasa Selatan serta beberapa tokoh masyarakat setempat.
Rangga lebih jauh menjelaskan bahwa reses ini adalah wadah yang menjadi ruang untuk mendengar masukan dan saluran aspirasi masyarakat kepada anggota DPRD yang mewakilinya sehingga apapun kondisi yang ada di masyarakat wajib untuk disampaikan.
“Dan reses ini sangat penting untuk di hadiri seluruh lapisan masyarakat, karena informasi dan masalah yang terjadi di tengah masyarakat apalagi di masa pandemi covid 19 seperti ini. Kegiatan reses inilah tempatnya untuk disampaikan dan disalurkan,” terangnya.
Pimpinan Banggar DPRD Sulsel itu menjelaskan, yang berkembang di dalam dialog hampir sama kebutuhan masyarakat yakni kebutuhan infrastruktur pedesaan, alsintan, pupuk dan persoalan irigasi.
“Namun ada yang menarik karena ternyata ada masyarakat masih tetap merisaukan dan mempertanyakan kondisi masa pandemi covid 19 kapan berakhir dan bisa normal keadaan,”pungkasnya. (rif)

Exit mobile version