Site icon Berita Kota Makassar

Untung Saya Cepat Ditarik Anakku Keluar dari Rumah

MAKASSAR, BKM — Minggu (7/2) menjelang Magrib pukul 18.07 Wita, kebakaran melanda kawasan padat penduduk di Jalan Bunga Ejaya Lorong 4, Keluraha Bunga Eja Beru, Kecamatan Tallo, Kota Makassar. Peristiwa tragis ini menyisakan cerita miris bagi korban. Salah satunya Indrawati.

BKM datang ke lokasi kebakaran, Senin (8/2). Sedikitnya ada 35 rumah yang ludes dilalap si jago merah. Sementara 12 lainnya terdampak akibat peristiwa ini. Tercatat 57 kepala keluarga atau 227 jiwa kehilangan tempat berteduh.

Seorang ibu yang memakai daster berkisah tentang apa yang dialaminya sesaat ketika kebakaran terjadi. ”Saat itu posisi saya di dalam rumah. Tiba-tiba api sudah membesar di langit-langit rumah. Saya tidak tahu dari mana asalnya,” tutur Indrawati, perempuan berusia 51 tahun itu.
Oleh seorang anaknya, Indrawati langsung ditarik keluar dari dalam rumah. ”Tidak ada barang yang bisa diselamarkan. Hanya pakaian kami pakai ini yang tersisa. Harta benda dan dokumen penting, semua terbakar,” ujarnya sedih.
Di rumahnya yang terbakar, Indrawati tinggal bersama dua anaknya yang sudah berkeluarga. Kesehariannya ia menjual bakwan di dalam lorong 4. Saat kejadian, ia tengah berada di dalam rumah. Seorang anaknya yang tengah hamil tujuh bulan menjaga warung. Menjelang magrib, bencana itupun datang.
Banyak warga yang berteriak; ada api…. Seketika itu pula api berkobar dari merayap ke langit-langit rumah Indrawati. Para tetangga pun panik melihat api yang sudah tidak bisa lagi dikendalikan. Salah seorang cucu Indrawati berhasil menyelamatkan diri keluar dari dalam rumah dengan melompat melalui jendela. Pascakebakaran, keluarga Indrawati mengungsi ke rumah tetangga.
Kisah lain diceritakan Muh Rafli, salah seorang warga yang terdampak kebakaran. ”Saat kejadian, posisi saya ada di luar rumah di warung bakwan. Tiba-tiba api muncul dan dengan cepat membesar serta menyebar,” terangnya.
Informasi yang berkembang, ada tiga versi penyebab kebakaran. Pertama, ada anak-anak yang bermain api dengan menggunakan busa. Tetiba apinya merambat hingga memicu terjadinya kebakaran. Kedua, kebakaran disebabkan oleh kompok yang digunakan memasak. Ketiga, akibat korsleting listrik.
Ical, salah seorang relawan kemanusiaan yang ditemui di lokasi bencana, mengatakan pihaknya sudah bergerak untuk membersihkan puing-puing sisa kebakaran. Disebutkan bahwa masih ada titik yang berasap dan belum bisa dijangkau karena masih panas.
Lurah Bunga Ejaya Awaluddin, mengaku belum bisa memastikan penyebab pasti kebakaran. Untuk membantu para korban, pihaknya telah membuka dua posko darurat. Ada yang khusus dapur umum, ada pula yang diperuntukkan bagi anak-anak.
Sehari setelah kebakaran, sejumlah bantuan telah berdatangan. Personel dari Dinas Sosial telah berada di lokasi untuk menyalurkan kebutuhan bagi para korban. Termasuk mendirikan dapur umum. (pkl)

Exit mobile version