MAKASSAR, BKM — Sudah enam hari Pemkot Makassar membuka seleksi terbuka atau populer disebut lelang jabatan. Namun, hingga Rabu (10/2), baru 12 orang yang mendaftar. Padahal, berdasarkan jadwal, Kamis (11/2) hari ini, proses pendaftaran lelang sudah akan ditutup sekitar pukul 16.00 Wita.
Sebenarnya, berdasarkan agenda awal, proses pendaftaran lelang jabatan berakhir pada Senin (7/2) lalu. Namun karena pada saat itu belum ada yang mendaftar, baru ada lima kandidat yang mengambil formulir, sehingga diputuskan pendaftaran diperpanjang hingga hari ini.
Sekretaris Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Makassar Basri Rakhman, mengatakan dari 12 calon peserta lelang jabatan tersebut, rata-rata merupakan pejabat eselon III. Ada camat, sekretaris, dan kepala bidang. Namun dia mengaku tidak bisa menyebutkan siapa saja nama yang mendaftar tersebut.
“Peserta juga minta disilent (dirahasiakan). Saya sudah janji. Karena situasi juga saat ini tidak memungkinan,” ungkap Basri.
Ketika ditanya sejauh mana perkembangan koordinasi antara pihak Pemkot Makassar dan Wali Kota Makassar terpilih Moh Ramdhan Pomanto untuk membicarakan lelang jabatan ini, Basri berdalih tidak punya kapasitas untuk mengemukakannya.
“Saya hanya punya tugas jadi utusan untuk memperjelas seperti apa keinginan wali kota terpilih, di mana mau ketemu di sana atau di kantor. Seperti itulah tugas kami. Jadi saya itu tergantung perintahji, ” kelitnya.
Dia mengatakan, bisa saja kedua pemangku kepentingan tersebut langsung komunikasi. Tidak perlu lagi memakai utusan.
Sebelumnya, Wali Kota Makassar terpilih Moh Ramdhan Pomanto mengaku tidak masalah dirinya datang ke balai kota atau tempat yang telah ditentukan untuk membicarakan persoalan lelang jabatan. Asalkan, kata dia, pembicaraan atau pertemuan dilakukan dengan orang yang memang memiliki kapasitas dan kewenangan, dalam hal ini pj wali kota Makassar secara langsung. Tidak perlu mengirim utusan yang sama sekali tidak punya kewenangan.
Pj Wali Kota Makassar Rudy Djamaluddin pun mengaku sebenarnya ingin membuka ruang koordinasi dengan wali kota terpilih. Makanya, dia mengirim utusan untuk membicarakan kapan dan di mana bisa bertemu langsung untuk membahas persoalan lelang jabatan tersebut.
Berdasarkan informasi yang diterima BKM, sudah ada kesepakatan antara Danny Pomanto dan Prof Rudy Djamaluddin untuk bertemu pekan depan. Kalau bukan Senin, Selasa keduanya akan bertemu. (rhm)
Daftar Lelang, Pejabat Minta Namanya Dirahasiakan
