Site icon Berita Kota Makassar

Rudy ke Jakarta, Pekerja THM Goyang Balai Kota

MAKASSAR, BKM — Ratusan pekerja Tempat Hiburan Malam (THM) menggelar aksi unjuk rasa di depan Balai Kota Makassar, Rabu (10/2). Mereka bergoyang dengan iringan musik tiktok. Apa yang dilakukan itu menarik perhatian para pengguna jalan.
Kedatangan massa dipicu oleh rasa tidak adil dan diskriminatif dari kebijakan yang diambil Penjabat Wali Kota Makassar Rudy Djamaluddin. Surat edaran terkait perpanjangan masa berlaku pembatasan jam malam atau Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyakarat (PPKM) dinilai tidak berpihak kepada mereka.Karena membatasi aktivitas masyarakat di atas jam 22.00 Wita. SE tersebut berlaku hingga 23 Februari 2021.
“Itu sangat tidak efektif. Jangan pilih kasih dan diskriminatif. Bagaimana dengan aktivitas usaha yang buka siang hari? Apa bedanya dengan kami? Cuma waktu operasinya kami malam hari, ” ungkap
Ketua Asosiasi Hiburan Makassar (AUHM) Zulkarnain Ali Naru.
Zulkarnain pun meminta agar Perwali Nomor 52 dan 53 tahun 2020 tetap dijalankan, dengat syarat penerapan protokol kesehatan dilaksanakan secara ketat. “Tidak apa-apa kami dijaga satgas covid,” tambahnya.
Para pekerja hiburan malam tersebut menangancam akan menduduki balai kota dan tidak berhenti melakukan unjuk rasa jika aspirasi mereka tidak diperhatikan. “Pj wali kota ini tidak tahu bagaimana kehidupan kami. Mungkin dia terlalu banyak di Jepang. Dia tidak pernah merasakan bagaimana susahnya hidup,” cetus Zulkarnain.
Menurut dia, akibat pandemi covid, sudah ada 16 THM yang tidak bisa lagi beroperasi alias bangkrut. “THM yang ada di Makassar, dari 118 jadi 102. Sudah ada yang tutup dan bangkrut,” tandasnya.
Pekerja hiburan gagal kembali menemui Pj Wali Kota Rudy Djamaluddin. Di aksi sebelumnya pada 13 Agustus 2020 lalu, mereka juga hanya diterima oleh Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol). Hal yang sama terjadi lagi kemarin.
Disampaikan Kabid Hubungan Antarlembaga Kesbangpol Makassar Haeruddin, Rudy tak bisa hadir lantaran mengikuti agenda lain. Ia terbang ke Jakarta sebagai upaya mencairkan dana hibah Kemenparekraf bagi pelaku pariwisata yang terdampak pandemi covid-19.
“Permohonan maaf dari Bapak Pj Wali Kota yang sekiranya pada hari ini (kemarin) beliau memang mau menemui, tapi pada jam 3 subuh ke Jakarta dengan tujuan pencairan dana hibah. Yang mendampingi beliau Ketua PHRI Sulsel Pak Anggiat Sinaga. Ini perlu klarifikasi,” ujar Haeruddin. (rhm)

Exit mobile version