Site icon Berita Kota Makassar

Pertimbangkan Pemberlakuan PSBB Lagi

MAKASSAR, BKM — Saat ini, kapasitas rumah sakit rujukan covid-19 di Makassar cukup tinggi. Okupansinya mencapai 90 persen.

Ketua Tim Ahli Epidemiologi Satgas Covid-19 Makassar, Ansariadi menyebutkan, kondisi ini juga dipengaruhi karena kasus covid-19 masih meningkat sehingga mereka butuh diisolasi.
“Ini rumah sakit (RS) sudah 90 persen,” ujar Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unhas ini, Rabu (17/2).
Opsi isolasi mandiri yang juga dilakukan tak mampu mengurangi kapasitas rumah sakit. Sebab, banyak pasien covid-19 yang punya penyakit komorbid dan mendesak harus dirawat di RS.
Upaya penekanan penularan covid-19 terus dilakukan. Salah satunya ialah dengan menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyakarat (PPKM), yang mana seluruh usaha berhenti beroperasi di pukul 22.00 WITA.
Meski kasus diklaim melandai pasca diberlakukannya kebijakan PPKM, Ansariadi tak menampik jika kasusnya hingga kini masih tinggi. PSBB pun bisa kembali diwacanakan untuk menekan penularan.
“Kami sudah diskusi dengan bapak Pj Wali Kota, Rudy Djamaluddin kalau terjadi lonjakan lagi, maka tidak ada jalan lain selain PSBB,” tandasnya.
Menyikapi hal itu, Pj Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin mengakui jika kasus covid-19 masih cukup tinggi.
Namun, jika dibandingkan sebelum libur panjang, dan Pilkada, sudah cukup menurun.
“Kita bersyukur, puncak (covid) sudah kita lalui, dengan melakukan pengetatan pengawasan protokol kesehatan, yang dilakukan oleh teman – teman satpol PP, TNI dan Polri, juga melalui surat edaran,” ujar Rudy.
“Kami juga ingin menegaskan, agar penangan covid-19, harus seimbang antara pemulihan ekonomi dan pengendalian Covid-19. Namanya perimbangan, pasti tidak ada yang 100 persen, jadi tentu ada yang merasa dirugikan. Tapi sesuai instruksi presiden, bahwa keselamatan adalah yang nomor satu,” lanjutnya. (rhm)

Exit mobile version