MAKASSAR, BKM– Tahun ini, Kementerian Pendidikan memberi kewenangan sepenuhnya kepada sekolah untuk menentukan kelulusan siswa.
Kebijakan itu dikeluarkan setelah pelaksanaan Ujian Nasional di tahun 2021 ini dihapus. Begitu pula Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN). Kelulusan siswa tak lagi bergantung hasil UN, sekolah menjadi penentu.
Plt Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Makassar, Irwan Bangsawan, mengatakan, pihaknya sudah mengeluarkan surat edaran terkait hal tersebut dan sudah disebarkan ke sekolah-sekolah.
“Jadi tahun ini, penentu kelulusan siswa bergantung sekolah masing-masing. Tinggal sekolah yang menentukan ujiannya seperti apa. Itu sudah ada surat edaran yang kita keluarkan,” kata Irwan.
Lebih jauh dikemukakan, kendati sekolah diberi kewenangan untuk menentukan tiga sekolah, ada tiga syarat atau indikator yang harus menjadi acuan sekolah untuk memutuskan seorang siswa lulus atau tidak.
Diantaranya, mengikuti ujian yang diselenggarakan pihak sekolah.
Selain itu, siswa akan dinyatakan lulus jika sudah menyelesaikan program studi yang dibuktikan dengan nilai rapor, serta memiliki nilai sikap yang baik.
Dia menyebutkan ada beberapa alternatif ujian yang bisa dilakukan sekolah. Diantaranya, portofolio berupa evaluasi nilai rapor, nilai sikap, dan prestasi.
“Alternatif lain penugasan, tes luring atau daring, dan bentuk kegiatan penilaian lain yang ditetapkan sekolah,” ujar Irwan, kemarin.
Sementara itu, Kepala SMPN 6 Makassar, Munir menambahkan, meski UN dan UASBN ditiadakan namun tetap ada proses kelulusan siswa. Bedanya, penentuan soal ujian menjadi kebijakan sekolah. Bukan lagi pusat.
“Kita tetap melakukan seperti biasa, ada ujian semester dan ujian akhir. Tapi mungkin dilakukan berbeda dengan yang lalu,” kata dia.
Munir mengaku, belum menentukan jenis ujian yang akan diterapkan. Jika sekolah tatap muka belum diizinkan, maka besar kemungkinan pihaknya hanya memberikan portofolio ataupun ujian daring untuk siswa.
“Tapi kalau sudah bisa tatap muka, kita ujian luring. Kan ujianny nanti Mei, nah sekolah daring ini edarannya sampai April. Kita tunggu saja keputusan selanjutnya,” papar dia. (rhm)
