Site icon Berita Kota Makassar

Padukan Perawatan, Cuci Sepeda dan Minum Kopi

MAKASSAR, BKM — Minat masyarakat untuk berolahraga, khususnya sepeda kian tinggi di tengah pandemi covid-19. Selain karena didorong oleh kesadaran akan pentingnya kesehatan, gowes menjadi salah satu pilihan berbagai kalangan usia sejak diterapkannya pembatasan sosial berskala besar (PSBB) beberapa bulan lalu.

Event ini juga tak sekadar menjadi ajang bersepeda biasa. Namun juga menjadi salah satu ukuran sosial bagi seorang pengguna sepeda. Tak heran jika sepeda merek high end dengan harga wow makin banyak ditemukan berseliweran di jalan raya, terutama pada hari-hari libur. Sebut saja merk Bike Friday, Birdy, Tyrell, Alex Moulton, hingga Brompton.
Sejak setahun lalu, semakin banyak orang yang menyenangi olahraga bersepeda. Club bersepeda pun terus bermunculan.

Peluang itu ditangkap oleh

Panji. Pria usia 26 tahun ini membuka Cyclist Rest Stop di Kompleks Petta Rani Centre Blok B19. Selain menyediakan jasa cuci dan perawatan sepeda, tempat ini juga menyiapkan tempat beristirahat untuk minum kopi dengan beberapa varian. Fasilitas yang diberi nama Kedai Sebelah ini bisa digunakan oleh pelanggan sembari menunggu sepedanya selesai dicuci.
”Dengan melihat semakin ramainya orang bersepeda, saya kemudian membuka perawatan sepeda ini. Baru minggu lalu bukanya,” ujar Panji yang ditemui di tempat usahanya.

Panji memberi jaminan bagi konsumennya, termasuk bagi pemilik sepeda merk premium. ”Sepeda milik konsumen akan kami tangani dengan baik. Kami selalu memegang prinsip kehati-hatian serta ketelitian dalam setiap pengerjaan sepeda,” ujar pemuda asal Kota Makassar ini.
Sebelumnya, Panji berkecimpung sebagai pengelola jasa event organizer. Pandemi covid-19 telah berdampak pada jenis usaha yang digelutinya. Tak ada konsumen yang menggunakan jasanya. Pada saat itulah dirinya menemukan ide untuk mencoba membuka kedai dan bike wash hingga sekarang. Setiap harinya, tempat ini beroperasi mulai pukul 09.00 Wita hingga 21.00 Wita.
Dalam menjalankan operasionalnya, Cyclist Rest Stop juga mengikuti protokol kesehatan sesuai imbauan pemerintah, seperti karyawan wajib menggunakan masker saat bekerja dan tetap menjaga jarak selama pengerjaan.

“Saya dan karyawan berjumlah empat orang. Tepatnya ada dua orang untuk pencucian basah dan dua orang untuk perawatan alat-alat sepeda,” tambah Panji.
Ia berharap agar pemilik sepeda dapat merasakan jasa di tempat usahanya. “Harapan kami seluruh pemilik sepeda di Makassar dapat singgah dan merasakan jasa kami,” tandasnya. (pkl)

Exit mobile version