MAKASSAR, BKM–Pelaksanaan vaksinasi pencegahan virus corona atau covid-19 yang dilakukan pemerintah terus berlanjut. Setelah tenaga kesehatan yang lebih dahulu divaksin, kini giliran guru-guru yang akan melakukan vaksinasi covid-19.
Bahkan Dinas Pendidikan Kota Makassar telah mengusulkan data guru yang akan mendapat vaksinasi.
Hal tersebut ditegaskan, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Irwan Bangsawan.
Menurut Irwan, sebanyak 12 ribu tenaga pengajar di Kota Makassar sudah diajukan untuk menjadi penerima vaksin Covid-19 tahap kedua. Namun belum diketahui berapa kuota pasti yang disetujui oleh pemerintah pusat.
“Sementara kita data ril kemudian kita sampaikan ke pusat,” kata Irwan saat ditemui, Senin (22/2).
Irwan memandang vaksinasi sangat diperlukan bagi tenaga pendidikan. Hal ini agar proses pembelajaran bisa berjalan lancar dan tidak terjadi kasus covid-19 di lingkungan sekolah.
“Kita harapkan sebelum sekolah tatap muka, guru sudah divaksin semua,” jelasnya.
Disdik menyebut sebagian besar guru di Makassar telah bersedia untuk dilakukan vaksinasi.”Sudah siap mereka divaksin,” tambahnya.
Rencananya, vaksinasi tahap kedua itu akan diberikan mulai awal Maret 2021. Selain guru, yang menjadi sasaran yaitu TNI Polri, ASN dan wartawan.
Sementara itu, Penjabat Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin menepis isu beredar terkait banyak warga yang menolak untuk divaksin covid-19.
Dia mengaku, malah saat ini antusiasme warga untuk mengikuti vaksinasi sangat tinggi membuat vaksinator di lapangan merasa kewalahan.
“Saya sampaikan, tidak ada penolakan di Makassar. Justru sekarang kita kewalahan masyarakat mau divaksin,” ungkapnya.
Lebih jauh dikemukakan, butuh kesadaran masyarakat untuk melakukan vaksinasi. Tidak perlu dipaksa-paksa, apalagi dibuatkan aturan agar warga mengikutinya.
Nanti jika ada sesuatu yang bersifat urgen, barulah bisa dibuatkan aturan. Itu bertujuan agar tumbuh motivasi dan kesadaran sendiri dalam melaksanakan vaksin.
“Tidak perlu membuat aturan atau semacamnya bagi warga untuk mengikuti vaksin. Jadi masyarakat jangan terlalu dibiasakan sedikit-sedikit diwanti-wanti. Nanti yang sifatnya betul-betul urgen baru. Nanti giliran tidak ada, tidak adaji surat, jangan meko. Begitukan biasa,” kata Rudy. (rhm)
