Site icon Berita Kota Makassar

Keinginan Pusat tak Sejalan Dengan Ekonomi Syariah Didaerah

MAKASSAR, BKM–Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Dr H Ajiep Padindang SE. MM memaparkan jika konsep pengembangan ekonomi syariah yang diterapkan oleh pemerintah pusat tidak sejalan dengan harapan sejumlah ekonomi syariah, utamanya di Sulsel.
Hal itu disampaikan Ajiep Padindang saat tampil dalam focus group discussion (FGD) dengan tema ‘masa depan ekonomi Syariah di Indonesia’ di Kedai Bau Mangga Makassar, Senin (22/2)
“Iya konsepnya bertentangan dari pemerintah pusat dengan memperkuat modal sehingga muncul sistim kapitalisme. Untuk itu, DPD sejak awal ingin agar bank dapat bersaing secara sehat” ujar Ajiep Padindang.
Kegiatan PGD digelar dengan bekerjasama dengan Ikatan Alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Senin (22/2) diikuti banyak akademisi, utamanya dari UMI dan Unismuh Makassar.
“Kedua saya sependapat jika segmen terbesar di sulsel adalah ummat islam, sehingga wajar jika ekonomi syariah tumbuh dan berkembang tanpa harus mendapat hambatan”jelas senator asal daerah pemilihan Sulsel ini.
Ajiep yang juga Wakil ketua Kelompok DPD di MPR RI ini mengakui bila memang ada kecenderungan pemerintah kurang perhatian dalam mendorong pengembangan ekonomi syariah ini.
Kehadiran Ajiep di Sulsel untuk melakukan reses yang dimulai sejak 12 Februari dan akan berahir pada 7 Maret mendatang. Banyak hal yang menjadi pokok pembahasan dalam kunjungan itu, mulai dari pengawasan UU nomor 21 tahun 2008 tentang perbankan syariah, UU nomor 25 tahun 1992 tentang perkoperasian. Terkiat UU cipta kerja hingga UU nomor 25 tahun 2004 tentang sistem perencanaan pembangunan nasional. “Ini juga dalam rangka melaksanakan fungsi pengawasan anggota DPD dengan melaksanakan kunjungan kerja di 18 sampai 20 titik. Sekarang sudah 14 titik yang kami kunjungi mulai di Makassar, Gowa, Maros, Barru, Soppeng, Wajo dan selanjutnya akan ke Luwu Raya dan Bone,”ucap mantan Ketua Komisi A DPRD Sulsel ini.
Sebelumnya Ketua IKA Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMI, Dr Muchlis Sufri mengemukakan bila hadirnya ekonomi syariah bukan sebuah alternatif tapi solutif karena acuannya yakni Al-Qur’an dan hadis.
“Arus baru ekonomi harus tumbuh dari bawah, bukan dari atas jika kita tidak ingin tergamtung dari kalangan kapitalis”jelas Muchlis.
Kegiatan FGD dipandu oleh Dr Etik Prihatin SE.MM. (rif)

Exit mobile version