BANTAENG, BKM — Pengguna jalan umum yang melingkar di Pasar Sentral Bantaeng mengeluhkan ulah pedagang kaki lima (PKL) yang membandel. Pasalnya, mereka tetap menggelar dagangannya di atas trotoar hingga bahu jalan padahal sudah ditertibkan oleh Satpol PP bekerjasama kepala pasar.
Warga setempat Hamzah, Senin (22/2) mengaku sangat terganggu. Dia mengatakan kesemrawutan di jalur tersebut menghambat usahanya.
“Saya membeli kebutuhan di pasar untuk kelengkapan warung saya. Sebelum terjadi kemacetan, saya sudah buka warung pada jam 08.30 wita. Sekarang, saya baru bisa buka antara jam 09.00 – 09.30 wita”, keluhnya.
Warga lainnya Syamsuddin selain mengeluhkan kemacetan karena PKL, dia juga menyayangkan banyaknya pengguna jalan yang melawan arus. “Jalan yang melingkar di pasar ini, kan satu jalur. Tapi kok banyak kendaraan yang melanggar tanda larangan”, ketusnya.
Salah seorang PKL, Syamsiah, mengaku dagangannya kurang bahkan tidak laku kalau dia berjualan di emperan di dalam kompleks pasar. “Tidak ada pembeli kalau saya berjualan di dalam”, ujarnya.
Kadis Satpol PP dan Damkar Bantaeng, Abdullah, mengaku, sudah berulangkali melakukan penertiban terhadap PKL. Dia menilai tingkat kesadaran mereka masih rendah.
Selain itu, mereka dari dulu-dulu berjualan tanpa kios. Bahkan ada yang sudah turun temurun. “Awalnya hanya ayahnya yang berjualan lalu diikuti oleh anaknya. Begitu seterusnya sampai cucunya pun ikut menggelar dagangannya”, paparnya.
Anehnya, kata dia, kalau anggota Satpol PP berada di lokasi selama seharian, tidak ada PKL yang menggelar dagangannya, baik di trotoar maupun di bahu jalan. Tapi, kata dia, begitu sudah tidaj diawasi langsung, mereka kembali menggelar dagangannya seperti biasa.
Padahal, regulasinya sudah jelas, bahwa dilarang berjualan di atas trotoar dan bahu jalan. Peraturan ini sudah lama di pajang melalui spanduk, tapi tetap saja tidak dipatuhi. (wam/C)