Site icon Berita Kota Makassar

Satgas Covid-19 Laksanakan Rapat Evaluasi

SOPPENG, BKM — Satgas Covid-19 Kabupaten Soppeng melakukan rapat evaluasi dipimpin Ketua Harian Satgas Covid-19 Kabupaten Soppeng, Letkol Inf Richard Maribot Butarbutar atas rencana pembukaan pendidikan tatap muka madrasah, SMA/sederajat dan SLB dan tempat pariwisata di Kabupaten Soppeng di Aula Kodim 1423 Soppeng
Senin, (22/2).
Pembelajaran tatap muka dijadwalkan secara serentak pada 1 Maret mendatang. Namun sebelum proses belajar mengajar dibuka pada 25-26 Februari 2021 semua guru diwajibkan melakukan tes rapid antigen yang dilakukan secara gratis oleh Pemkab.
“Harapan saya, sebelum proses belajar mengajar dilaksanakan diharapkan agar membuat surat rekomendasi isin dari orang tua, karena hal ini sangat penting,” ujar Ketua Harian Satgas Covid-19 Letkol Inf Richard Butar Butar.
Untuk para guru dan siswa yang pernah melakukan perjalanan ke daerah zona merah selama sepekan sebelum tatap muka dimulai, diharapkan melakukan isolasi mandiri selama satu minggu sebelum masuk ke sekolah.
Kepala Kantor Kemenag Soppeng H Fitriadi mengatakan
dalam persiapan tatap muka langsung khusus untuk Madrasah ada empat sekolah yang akan dibuka yaitu MTs DDI Malongka, MTSN Soppeng, MTs DDI Walimpong dan MTS Yasrib Lapajung
H Fitriadi menjelaskan tentang bagaimana mekanisme selama kegiatan proses belajar mengajar yang tetap mengacu kepada aturan protokol kesehatan.
”Untuk ke empat sekolah yang akan melaksanakan proses pembelajaran tatap muka, kami akan mengawal untuk melihat apakah mekanisme protokol kesehatan yang telah dibuat dapat berjalan dengan benar dan baik,” ujar Kemenag.
Khusus untuk Pondok Pesantren, tidak ada lagi jadwal kunjungan untuk orang tua siswa. Untuk kegiatan keagamaan dalam menyambut bulan ramadhan diimbua kepada seluruh pengurus masjid untuk tetap optimis melaksanakan ibadah dengan tetap memperketat protokol kesehatan.
Memiliki bilik desinfektan di pintu masuk masjid, membawa alat shalat sendiri khususnya sejadah, tetap menjaga jarak saat shalat, dan menghimbau agar para khatib dalam menyampaikan dakwanya tetap membahas masalah kesehatan. (ono/C)

Exit mobile version