BANTAENG, BKM — Belum genap sepekan, Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Bantaeng, kembali menerima berita duka dari Konsulat Jenderal Republik Indonesia (Konjen RI) di Malaysia, bahwa ada warga Bantaeng berjenis kelamin perempuan, meninggal dunia dan keluarganya meminta dipulangkan ke kampung halamannya.
Kabid Tenaga Kerja dan Perluasan Kawasan Kerja. Muhammad Haris, Kamis (25/2), mengatakan, pihaknya menerima kabar tersebut, Jumat (19/2). “Jumat pekan lalu kami terima pemberitahuan dari Konjen RI Malaysia”, katanya.
Dikemukakan Haris, Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Bantaeng yang dilaporkan meninggal ini, merupakan korban tabrak lari di Sarawak, Malaysia. “Menurut informasi yang kami terima, TKW tersebut meninggal dunia akibat korban tabrak lari”, ungkapnya.
Identitas korban, kata Haris, sesuai KTP yang dimiliki, namanya adalah Hamsina (61), warga Dusun Birong Inru, Desa Balumbung, Kecamatan Tompobulu.
Menurut Haris, setelah berkordinasi dengan pihak terkait, termasuk keluarga korban, Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian menugaskannya untuk menjemput jenazah korban di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, Kamis (25/2). “Insya Allah, sebentar saya bersama staf berangkat ke Bandara menjemput jenazah Hamsina”, terangnya.
Sebelumnya diberitakan, Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian menerima pemberitahuan dari Konjen RI di Malaysia, Selasa (11/2), bahwa TKW atas nama Kare jenis kelamin perempuan, warga Desa Borongloe, meninggal dunia karena sakit asma.
Setelah sempat kesulitan proses pemulangan jenazah karena belum mengetahui persis alamat Kare di Bantaeng, akhirnya jenazah TKW ini berhasil difasilitasi pemulangannya oleh Pemkab Bantaeng setelah pihak keluarganya datang ke kantor Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian. Jenazah Kare dijemput di Makassar dan diantar ke Bantaeng, Jumat pekan lalu. (wam/C)
TKW Asal Bantaeng Meninggal di Malaysia
