Site icon Berita Kota Makassar

Mentan SYL: 17 Agustus Saya Mau Minum Susu Produksi Pertama

GOWA, BKM — Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan bersama pihak PT Cisarua Mountain Dairy (Cimory) diwakili Dadang Suryana selaku Farm Manager PT Sumber Citarasa Alam Cimory Group, melakukan penandatanganan memorandum of understanding (MoU) untuk pengembangan sapi perah dan industri pengolahan susu sapi.

Penandatanganan ini dilakukan kedua pihak disaksikan Menteri Pertanian Republik Indonesia (Mentan RI) Syahrul Yasin Limpo dan sejumlah dirjen lingkup Kementan RI di Aula Padivalley, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Gowa, Senin (1/3) siang.
Selain PT Cimory, penandatanganan MoU lainnya adalah Dirjen Peternakan dan Keswan Kementan RI Nasrullah, Presdir PT Berdikari Harry Warganegara dan Rektor Unhas Dwia Aries Tina Pulubuhu.

Setelah penandatanganan ini, kedua belah pihak akan langsung melakukan action. Salah satu yang sudah jalan adalah penjajakan tiga bakal lokasi yang telah ditunjuk masing-masing terletak di Kecamatan Tinggimoncong dan Tombolopao. Kerja sama ini juga melibatkan Universitas Hasanuddin terkait pelatihan penyiapan SDM pengembangan sapi perah dan industri dimaksud.

Bupati Gowa Adnan Purichta  Ichsan usai penandatanganan, mengatakan dalam kerjasama ini ada keuntungan yang diberikan Cimory ke Pemkab Gowa.

“Kita sudah kasih tiga lokasi dan dia (Cimory) sudah survei. Nanti mereka akan fikskan dari tiga lokasi itu. Salah satu yang kita tunjukkan adalah eks pabrik markisa Gowa yang di Tinggimoncong. Dan setelah peresmian kerja sama ini kita akan segera lakukan kegiatannya,” jelas Adnan.

Sebelumnya, Mentan RI Syahrul Yasin Limpo menerangkan, Indonesia memiliki kontur lahan agroklimaks. Semuanya berpotensi. Oleh karena itu, pertanian dan peternakan sebenarnya di semua provinsi memiliki akses untuk dioptimasi. 

“Hari ini saya melihat sebuah penandatanganan antara Kementerian Pertanian, bupati Gowa, Universitas Hasanuddin dan opyeker perusahaan Cimory bersama dengan pihak Berdikari, yang besok akan bekerja sama mulai dari hulu ke hilirnya. Jadi tidak hanya budidayanya, tapi kita masuk kepada bagaimana memekanisasi yang ada dan mengindustrikan yang ada dan kemudian sudah siap pasarnya,” kata Syahrul.

Mantan gubernur Sulsel ini juga mengatakan, bupati Gowa di periode keduanya ini sangat ingin menjadi lokomotif yang tentu dibackup oleh Unhas. Adanya pelibatan perguruan tinggi di dalamnya agar bisa menjadikan budidaya peternakan itu multi efek dan multi skala ekonomi.

“Saya berharap besok kita akan menghasilkan sapi-sapi perah yang bisa bermuara pada industri susu. Saya berharap dalam waktu singkat pabrik itu atau industri itu bisa bermuara dengan hadirnya produk susu baru yang ada di Indonesia. Tentunya tidak semudah membalikkan telapak tangan. Tapi mudah-mudahan percepatan dilakukan Pak Dirjen dan tentu akan dibantu oleh pemerintah daerah,” kata Syahrul.

Menteri yang juga putra Gowa ini mengatakan, kebutuhan susu di Indonesia masih cukup besar. Sementara pemenuhannya masih sangat terbatas. Akibatnya, impor susu berkontribusi besar selama ini.

“Dengan adanya MoU ini kita berharap akan mampu menjadi bagian-bagian yang berkontribusi lebih kuat dengan kekuatan dan kemandirian pangan dan peternakan yang kita miliki sendiri.  Kita mau dalam lima bulan ke depan sudah harus ada aksi. Tidak usah terlalu banyak teori dan terlalu panjang konsepsinya. Segera wujudkan secara nyata. 17 Agustus nanti saya ingin minum susu di sini (Gowa) produksi pertama,” tantang Mentan RI yang juga paman dari Adnan ini.
Usai MoU, Mentan bersama bupati Gowa lanjut berkunjung ke Polbangtan Kecamatan Bontomarannu dan kampus Guppi Samata di Kecamatan Somba Opu. (sar)

Exit mobile version