MAKASSAR, BKM — Megaproyek penimbunan Makassar New Port (MNP) oleh PT Pelindo disebut telah menguntungkan sejumlah perusahaan yang diduga merupakan milik kolega Gubernur Sulsel HM Nurdin Abdullah. Ada empat perusahaan yang terindikasi kuat diuntungkan dalam proyek tersebut. Dua di antaranya adalah PT Banteng Laut Indonesia dan PT Nugraha Indonesia Timur.
Hal tersebut diungkapkan Direktur Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sulsel Muhammad Al Amin dalam keterangan persnya melalui media virtual, Rabu (3/3). Ia menjelaskan, empat perusahaan tersebut diberi ‘karpet merah’ oleh Nurdin Abdullah dalam penerbitan sejumlah izin. Termasuk wilayah izin usaha pertambangan (WIUP), izin usaha pertambangan (IUP) eksplorasi, IUP produksi dan izin lingkungan.
Amin menegaskan, berkat izin tersebut, empat perusahaan itu, masing-masing adalah PT Nugraha Indonesia Timur, PT Berkah Bumi Utama, PT Alefu Karya Makmur, serta PT Banteng Laut Indonesia diduga telah meraup untung sampai Rp128 Miliar.
“Kami menduga gubernur Sulsel memberikan karpet merah atau kemudahan dalam penerbitan izin-izin penambangan pasir tersebut, sementara kita ketahui dampak lingkungannya sangat besar,” terangnya.
Karena itu, ia meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengatensi megaproyek tersebut. Termasuk segera memeriksa sejumlah pihak yang menerbitkan beberapa jenis izinnya.
“Ini sangat penting. Kami berharap KPK segera mengatensi perkara ini. Potensi korupsinya sudah sangat nampak. Khususnya di perizinan,” tandasnya.
Amin juga mendorong aparat penegak hukum (APH) untuk memantau penyedia barang dan jasa dalam megaproyek MNP yang diduga digerogoti oleh sejumlah perusahaan kolega Gubernur Sulsel.
Modus korupsi dalam proyek MNP itu diduga tidak sekadar dalam wilayah penerbitan izin saja. Namun diduga kuat ada konflik of interest yang melibatkan penyedia barang dan jasa.
“Kami minta para penegak hukum untuk mengatensi penyedia barang dan jasa di proyek MNP. Peta korupsi yang dipaparkan Walhi Sulsel sudah cukup konprehensif. Sebab dalam penyediaan pasir, sejumlah perusahaan yang digandeng Pelindo kita duga hanya meraih keuntungan,” bebernya. (mat)
Walhi Minta KPK Usut Penimbunan Proyek MNP
