Site icon Berita Kota Makassar

Adnan Bilang Vaksinnya Asli

GOWA, BKM — Pelaksanaan vaksinasi tahap II yang menyasar 29.212 jiwa masing-masing jajaran ASN, TNI/Polri, pelayanan publik serta lansia, berlangsung di Baruga Karaeng Galesong kantor Pemkab Gowa, Kamis pagi (4/3) dihadiri Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan, Wakil Bupati (Wabup), Abd Rauf Malaganni, Kapolres, AKBP Budi Susanto, Dandim 1409, Letkol Arh Muh Suaib, Kajari, Yeni Andriani, Pj Sekkab, Kamsina, dan para pejabat pimpinan SKPD lingkup Pemkab Gowa.

Dalam pencanangan vaksin tahap II ini, Kadis Kesehatan Gowa, Hasanuddin, menjelaskan, vaksin tahap II ini sasarannya adalah para ASN, TNI/Polri, pelayanan publik dan lansia. Total sasaran vaksin untuk tahap II ini sebanyak 29.212 jiwa dengan jumlah vaksin tersedia sebanyak 460 vial untuk sesi 1 atau sebanyak 4.400 dosis.

”Tujuan pelaksanakan vaksinasi ini adalah untuk mengurangi transmisi dan penularan Covid di masyarakat. Untuk vaksin sesi pertama ini kita dijatah 460 vial vaksin yang bisa menvaksin sebanyak 4.600 orang. Vaksin ini kita peroleh dari Dinkes Sulsel yang didistribusi sepekan lalu,” jelas Kadis Kesehatan Gowa, Hasanuddin.
Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan dalam pencanangan vaksinasi tahap II ini mengatakan, vaksin ini dilakukan tiada lain agar Covid cepat-cepat hilang. Tapi ingat, vaksin yang dilakukan hari ini membutuhkan dua kali vaksin. Vaksin pertama dan kedua berjarak 14 hari.

”Vaksin yang disuntikkan ini untuk merangsang antibody dan untuk membentuk antibody itu nanti setelah 28 hari setelah vaksin kedua dilaksanakan. Jadi vaksin ini gunanya justru besar. Alhamdulillah, sampai saat ini saya tidak terpapar Covid. Semoga dengan penambahan antibodi, saya dan kita semua bisa terhindar dari Covid. Dan jangan terprovokasi bahwa vaksin yang disuntikkan ke pejabat itu bukan sinovac. Lihatmi ini vaksin yang mau disuntikkan ke lenganku, asli lho,” tandas bupati tersenyum ke para media yang menyaksikan jarum suntik yang ditancapkan Najamuddin, vaksinator Puskesmas Somba Opu ke lengan kirinya.

Hal senada diakui Priska Paramita Adnan. ”Tidak adaji rasanya. Ayo semua harus vaksin. Jangan sampai tidak,” kata istri bupati Gowa ini.

Dalam kesempatan itu juga, Adnan minta agar para imam masjid dan marbot juga diprioritaskan divaksin. Apalagi saat ini jelang Ramadan. Dipastikan interaksi para imam dan marbot dengan para jamaah akan cukup tinggi.

Sementara itu, Wakil Bupati Gowa, Abd Rauf Malaganni, mengatakan, dirinya berharap kepada masyarakat agar semuanya divaksin.

”Jangan ragu, jangan takut. Contohnya saya. Saya ini berumur 62 tahun sudah lansia. Tentunya banyak penyakit saya. Ada jantung, diabetes, tinggi darah, asam lambung. Tapi saya tetap mau divaksin. Karena ini satu-satunya cara memutus mata rantai Covid, terutama di Sulsel dan Indonesia tentunya. Karena itu saya imbau kepada seluruh masyarakat, mari kita divaksin sama-sama,” kata Abd Rauf Malaganni.

Wakil Bupati Gowa ini divaksin langsung putrinya Annisa Verawaty, salah seorang dokter bedah di Sulsel. ”Tekanan darah saya termasuk tinggi, yakni 160/100. Tapi kata petugas itu bersyarat untuk vaksin. Makanya saya vaksin. Saya tidak ada rasa kuatir sedikit. Kalau kuatir saya tidak datang di sini (tempat vaksin). Kenapa harus kuatir, karena tentu pemerintah dan dokter sudah memperhitungkan itu untuk kebaikan masyarakat,” jelas Wabup Gowa. (sar)

Exit mobile version