Site icon Berita Kota Makassar

Demi Istri yang Senang Menikmati Ikan Nila

BILA sore tiba, kawasan Waduk Borong selalu ramai dikunjungi. Ragam niat dari masyarakat yang hadir di sana. Ada datang hanya sekadar olahraga jalan sore, bersepeda atau datang berburu makan dan menikmati minuman di kedai. Tapi ada juga yang mencuri perhatian, yakni orang yang memancing ikan di bibir waduk.

Laporan: ARIF AL QADRY

Uniknya lagi, mereka memancing ikan menggunakan teknik berbeda. Awalnya banyak orang memancing menggunakan joran dengan panjang mencapai dua meter lengkap dengan reel serta senarnya. Lain dari cara Rusdi bersama teman-temannya. Ia memancing menggunakan busur panah.
Jam sudah menunjukkan pukul 15.30 wita, penulis melintasi kawasan Waduk Borong atau tepatnya Jalan Sungai Tidung, Kelurahan Borong, Kecamatan Manggala. Dari kejahuan, di bagian jembatan terlihat dikerumuni beberapa orang yang berdiri menyorot arah saluran air. Penulis terkejut. Sepeda motornya pun ditepikan.

Setelah berada di tengah kerumunan, penulis menyadari yang dilihat oleh orang-orang dari atas jembatan adalah pemancing yang menggunakan busur panah sebagai alat tangkapnya. Dia adalah Rusdi.
Cara Rusdi menangkap ikan di saluran air kawasan Waduk Borong memang beda dengan pemancing lainnya. Hanya dengan membawa satu gulungan tali panjang 20 meter, katapel dan satu batang besi ukuran enam inci sebagai anak panah, Rusdi sudah bisa membawa pulang ikan ke rumahnya dengan jumlah banyak.
Dua bola mata Rusdi tidak pernah tenang. Liar melirik pergerakan ikan di air. Selalu sigap. Bila ada ikan naik permukaan, dengan cepat langsung melontarkan anak busurnya. Jika tidak, kelompok ikan bisa saja langsung kabur atau menenggelamkan badannya dengan gesit.
Bongkahan tanaman liar yang mengapung di air juga tak luput dari bidikannya. Sesekali dia melepaskan busurnya arah bongkahan tanaman liar.
“Biasanya ikan ambil oksigen dari celah tanaman itu. ikan Nila seperti itu. Paling terlihat kalau naik permukaan air mengambil oksigen. Kesempatan itu harus dimanfaatkan,” kata Rusdi, warga Jalan Karunrung Raya.
Sebenarnya ada cukup banyak jenis ikan hidup di saluran air itu. Tapi kata Rusdi, yang diambil hanyalah ikan jenis Nila. Ikan jenis lainnya dibiarkan hidup. Tidak ditangkap.
Ikan hasil bidikannya juga tidak dijual. Ikan yang terbusur dia bawa pulang ke rumah untuk menu makan bersama keluarganya. Kalau ukuran ikannya besar, biasa dibakar. Kalau sedang atau kecil pasti digoreng. Istrinya suka dengan ikan Nila. Begitu juga satu anaknya yang masih duduk di bangku SD. Dari itulah Rusdi senang manfaatkan waktu kosongnya bersama teman-temannya untuk berburu Ikan Nila di saluran air di kawasan Waduk Borong.
“Biasanya kalau tidak ada proyek kerjaan, saya ke sini sama teman-teman. Cari ikan dengan bonusnya dapat hiburan kecil-kecilan,” ujarnya. (*)

Exit mobile version