MAKASSAR, BKM — Polsek Rappocini masih mendalami kematian pria bernama Enricho Leonardo (22), yang ditemukan tewas di Kompleks Stella Maris, Kelurahan Karunrung. Enricho diduga tewas setelah menenggak racun jenis sianida.
Meski demikian, Biddokkes Polda Sulsel melakukan proses pemeriksaan. ”Kami masih mendalami penyebab kematian korban. Untuk sementara jasad korban dilakukan Visum ET Revertum (VER) oleh tim Biddokkes Polda Sulsel agar dapat diketahui peyebab kematian korban,” kata Kapolsek Rappocini, Kompol Ashari, Minggu (7/3).
Kapolsek menyebutkan, korban merupakan warga Papua Barat. Itu berdasarkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan beralamat di Komplek RS School Keyen, Kelurahan Keyen, Kecamatan Teminabuan, Kabupaten Sorong.
”’Informasi yang kami terima menyebutkan, korban selama di Makassar hanya menumpang di rumah keluarganya yang diketahui Tempat Kejadian Perkara (TKP). Pada hari Kamis (4/3), korban, kata saksi yang merupakan keponakannya bernama Obet, menyebutkan, saat itu korban tidur dalam posisi tengkurap. Saksi yang curiga membangunkan korban. Setelah diperiksa sudah tidak bernyawa,” terang Kompol Ashari.
Hasil olah TKP, kata Kapolsek, ditemukan satu bungkusan serbuk putih di dekat korban tertidur.
”Ada bungkusan serbuk putih ditemukan di dekat korban. Bungkusan itu bertulis di kertas ‘Sianida Jangan Disentuh’. Nah, bungkusan tersebut diduga racun yang dikonsumsi korban hingga mengakhiri hidupnya,” ungkap Kompol Ashari. (ish/b)
