Site icon Berita Kota Makassar

Perpustakaan SDN Borong Target Raih Akreditasi A

MAKASSAR, BKM — Perpustakaan Gerbang Ilmu SD Negeri Borong siap mengikuti akreditasi yang diadakan Dinas Perpustakaan Kota Makassar. Kepala UPT SPF SDN Borong Hj Hendriati Sabir optimistis sekolahnya akan lulus akreditasi. Bahkan, dia menargetkan sekolahnya akan meraih akreditasi A.

“Insyaallah, kita akan penuhi kriteria yang jadi ketentuan akreditasi tersebut,” kata kepala sekolah yang akrab disapa Bu Indri itu, pekan lalu.

Untuk mencapai target akreditasi A, sekolahnya tengah melakukan pembenahan perpustakaan. Diantaranya mengembangkan Kantin Baca, sehingga anak-anak bisa membaca di kantin sekolah atau selasar perpustakaan. Termasuk upaya menambah koleksi perpustakaan. Salah satunya, melalui kegiatan Bederma dengan Buku yang mengajak masyarakat menyumbang dan mewakafkan buku-buku layak baca untuk kalangan anak-anak.

Menurutnya, dukungan kepada perpustakaan sekolah tak hanya dari orangtua. Masyarakat juga bisa menyumbangkan buku-buku sebagai bentuk partisipasi dalam gerakan literasi. Buku-buku yang akan disumbang itu, bisa diantar langsung ke sekolahnya di Jalan Borong Raya Nomor 8 Kelurahan Borong, Kecamatan Manggala, Makassar.

“Kami juga sudah melengkapi beberapa fasilitas pendukung seperti memasang CCTV, menyediakan komputer, dan layanan digital untuk pengunjung, sehingga bisa diakses secara online,” jelasnya.

Kepala Perpustakaan Gerbang Ilmu SD Negeri Borong Saparuddin Numa, menjelaskan bahwa aplikasi digital yang digunakan untuk menjangkau pengunjung secara daring adalah SLIMS. Aplikasi ini memudahkan pemustaka memilih dan membaca konten pada perangkat digitalnya.

“Di aplikasi itu juga sudah ada barcode, daftar bibliografi, daftar anggota, data sirkulasi, dan pelaporan tahunan secara otomatis, dan lain-lain,” papar Sapar, pustakawan alumnus UIN Alauddin Makassar tentang manfaat aplikasi yang digunakan.

Uniknya, meski kartu perpustakaan itu menggunakan barcode tapi diberi nama Kardus. Kardus merupakan akronim dari Kartu Daur Ulang Perpustakaan. Kardus ini bagian dari pemanfaatan daur ulang (reuse). Karena memang kartu itu terbuat dari kardus bekas. Dengan Kardus, diharapkan bukan hanya akan semakin mendekatkan pemustaka pada perpustakaan, tapi juga mengajak anak-anak cinta lingkungan.

“Kardus ini adalah inovasi yang punya sasaran ganda, yakni mendukung program sekolah Adiwiyata sekaligus gerakan literasi sekolah,” kata Rusdin Tompo, penulis buku dan pegiat literasi yang ikut mendukung perpustakaan SD Negeri Borong agar segera terakreditasi.

Inovasi, berjejaring dan merekrut relawan juga menjadi salah satu strategi Perpustakaan Gerbang Ilmu untuk menambah poinnya. Sejak dua bulan terakhir, perpustakaan sekolah ini punya relawan, seorang mahasiswa Jurusan Teknik Informatika Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya, Malang. Relawan dimaksud bernama Risda Nur Ainun, berusia 23 tahun.

Mahasiswa semester akhir itu tadinya hanya berlibur ke Makassar, sambil menunggu penyelesaian kuliahnya. Tapi gegara gara pandemi covid-19, dia tertahan kembali ke kampusnya. Selama dua bulan menjadi relawan, Risda menginput buku-buku koleksi Perpustakaan “Gerbang Ilmu” SD Negeri Borong ke perangkat komputer.

“Kebetulan jurusan saya cocok dengan apa yang dilakukan di perpustakaan, jadi saya bersedia memasukkan data-data buku ke komputer,” ungkapnya, sambil membereskan buku-buku yang sudah diinput.

Penginputan data-data buku menjadi target yang mesti dipenuhi agar semakin banyak buku yang bisa diakses secara digital. Apalagi, sumbangan buku dari peserta didik dan orangtua juga terus berdatangan.
Seorang murid SD Negeri Borong, Syifa Putri NH diantar ibunya datang ke perpustakaan untuk menyumbang buku. Murid kelas 3 itu langsung menyerahkan buku sumbangannya kepada Saparuddin.

“Kita mau membiasakan orang untuk berbagi buku. Apalagi buku-buku itu disumbangkan ke perpustakaan sekolah, yang akan digunakan oleh banyak anak dalam jangka panjang,” pungkas Bu Indri. (rls)

Exit mobile version