BANTAENG, BKM — Seorang jurnalis media online, Muh Ramli, pingsan dan dibantu alat pernapasan (O2) usai menjalani vaksinasi di Kantor Bupati Bantaeng, Senin (8/3).
Menurutnya, sekitar lima menit pascavaksinasi, pandangannya mulai gelap dan berkeringat dingin. “Kira-kira lima menit usai divaksinasi, pandangan saya gelap dan badan saya mengeluarkan keringat dingin”, katanya.
Ramli mengaku tidak tahu lagi apa yang terjadi. “Setelah itu, saya tidak tahu lagi apa hang terjadi”, ucapnya. Sejumlah jurnalis lainnya yang ikut program vaksinasi Pemkab Bantaeng, mengatakan, Ramli pingsan hampir setengah jam.
“Hampir setengah jam pingsan”, ujar beberapa wartawan.
Ramli mengaku, tidak punya jejak rekam medik penyakitnya. “Saya tidak punya riwayat penyakit dan tidak ada jejak rekam medik saya pernah dirawat”, paparnya.
Menurutnya, Ramli menuju kantor bupati dalam keadaan segar bugar. “Saya berangkat dari rumah dalam keadaan segar bugar”, urainya.
Setelah siuman, Ramli mengaku berbincang dengan Kepala Puskesmas Dampang, Kecamatan Gantarangkeke, Rini Darmayanti, selaku vaksinastor. “Dia bilang ke saya, tidak apa-apa. Ini kan, baru uji coba”, ungkapnya.
Sementara itu, Rini mengatakan, diduga ada beberapa penyebab sehingga Ramli pingsan. Diantaranya, tegang dan kemungkinan besar tidak sarapan. Juga, mungkin takut disuntik.
Ramli mengakui, bahwa dirinya tegang sebelum disuntik. Selain itu, dia juga takut melihat jarum suntik. “Kecuali waktu balita, saya tidak pernah lagi disuntik. Saya tegang dan takut jarum suntik”, akunya. (wam/C)
Takut Jarung Suntik Jurnalis Pingsan
